4 Jenis Penyakit Gagal Jantung Di Usia Muda

Seseorang yang terlihat sehat dan bugar bisa tiba-tiba jatuh pingsan hingga meninggal dunia. Penyakit gagal jantung (heart failure) yang juga dikenal sebagai “silence killer” ini memang tidak kenal usia. Dalam kondisi serangan mendadak banyak di antara penderita berusia muda terlambat diselamatkan.

Penyakit gagl jantung

Sebenarnya gejala penyakit gagal jantung dapat diwaspadai dari beberapa pertanda fisik maupun psikis. Sayangnya tidak semua penderita menanggapi serius tanda-tanda tersebut. Mungkin Anda mengira tubuh sedang kelelahan atau hanya masuk angin seperti biasa. Padahal saat itu daya tahan sangat menurun akibat kondisi jantung melemah.  Apabila dibiarkan lebih lama bisa berakibat sangat fatal karena risiko henti jantung membawa kematian.

Mengapa Bisa Terjadi Gagal Jantung?

Ada beberapa hal yang bisa jadi penyebab kegagalan kronis ini, seperti dikarenakan jantung tidak cukup memperoleh oksigen, gangguan saraf yang mengatur fungsi denyutnya, ataupun akibat dari perubahan bentuk jantung itu sendiri.

Sewaktu-waktu, bilik jantung bisa saja kehilangan fungsi memompa darah sehingga suplai aliran terhambat. Katup ini juga bekerja lebih keras atau jadi menebal supaya darah tetap mengalir. Padahal, proses peredaran yang lancar sangat penting untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dan oksigen ke seluruh organ tubuh. Ketika tidak dipasok dengan maksimal bisa jadi seluruh badan jatuh lemas dan lelah, disertai nafas terengah-engah.

Berikut ini 4 jenis kondisi paling umum dari penyakit gagal jantung yang harus diketahui.

1. Penyakit Jantung Koroner

Seringkali terjadi ketika suplai darah dari arteri mengalami penyumbatan plak dan lemak. Akibatnya kadar oksigen ke otot-otot jantung terus berkurang drastis

2. Penyakit Jantung Hipertensi

Ketika mengalami hipertensi, tekanan darah Anda melonjak lebih dari ambang normal. Pembuluh menjadi kaku dan akhirnya beban jantung memompa darah semakin tinggi

3. Penyakit Katup Jantung

Penderita gangguan ini memiliki malfungsi pada bilik jantung kiri maupun kanan. Pada kondisi gagal jantung sebelah kanan misalnya, ditemukan ventrikel yang rusak sehingga proses pengambilan oksigen ke paru-paru tidak berjalan normal. Dikarenakan fungsinya kurang optimal, bisa terjadi peningkatan tekanan darah pada serambi jantung serta pembuluh darah sekitarnya. Akibatnya penumpukan cairan membendung paru-paru, rongga perut, sampai kaki, sehingga terlihat membengkak, termasuk setelah ginjal terganggu.

4. Infeksi Lapisan Jantung (Endokarditis)

Pada kondisi terinfeksi virus, bakteri, ataupun zat kimia berbahaya, otot jantung justru menjadi lemah karena harus menebal untuk tetap bertahan hidup. Gejalanya seperti sakit kepala, batuk kering, sakit menusuk di bagian dada, bengkak dan ruam kulit, berkeringat malam hari, demam, dan sulit bernapas.

Penyakit Gagal Jantung Rentan Menyerang Pria

Kebanyakan gejala pada wanita dan pria tidak selalu sama termasuk risikonya. Para wanita mudah terserang jantung koroner ketika berusia dewasa dan lanjut. Tepatnya ketika produksi hormone estrogen sudah menipis. Namun kebanyakan pria lebih rentan serangan jantung sejak muda karena berbagai macam hal, terutama faktor kesibukan serta gaya hidup.

Nah, berbagai tanda dan ciri-ciri berikut ini dapat Anda waspadai:

1. Perasaan tidak nyaman (Panic Attack).
2. Kelelahan, napas pendek, dan berkeringat.
3. Wajah pucat, pusing, perut mual.
4. Nyeri dada kiri serasa diremas, dan sesak napas.
5. Detak jantung tidak beraturan (Aritmea).
6. Sakit pada leher, punggung, serta rahang.
7. Nyeri otot dan persendian.
8. Sensasi kebas atau kesemutan, disertai rasa dingin.
9. Pembengkakan biasanya bagian perut sampai kaki.

Jika tiba-tiba salah satu atau beberapa gejala tersebut menyerang Anda, jangan tunda lebih lama lagi untuk segera dapat pertolongan medis. Ingatlah bahwa penyakit gagal jantung adalah “pembunuh diam-diam” yang sangat berbahaya. Terlebih lagi bila Anda memiliki sakit bawaan lain seperti anemia, gagal ginjal, hipertensi, diabetes, dan kanker tiroid pada wanita.

Selain itu kebiasaan hidup juga sangat berpengaruh terhadap faktor resiko penyakit jantung. Semisal merokok, sering kelelahan, pola makan tidak seimbang, kelebihan berat badan, malas berolahraga, minum soda beralkohol, dan masih banyak lagi. Maka solusinya ialah menjaga daya tahan tubuh dari berbagai faktor risiko penyakit gagal jantung yang mematikan. Terutama bila Anda masih berusia muda dan sangat produktif.

Tinggalkan komentar

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)