4 Penyebab Demam Yang Paling Sering Pada Anak

Demam Pada Anak

4 Penyebab Demam Yang Paling Sering Pada Anak – Sebagai orang tua, mungkin pernah terbangun di tengah malam dan menemukan Si kecil tampak memerah, panas dan juga berkeringat. Ketika disentuh dahi anak terasa hangat, pasti Anda menduga bahwa si kecil sedang demam, tetapi tidak yakin apa yang harus Anda lakukan selanjutnya.

Perlu diketahui, bahwa pada anak-anak sehat, demam biasanya tidak menunjukkan sesuatu yang serius. Akan tetapi, demam tinggi dapat menyebabkan anak sering mengigau sehingga membuat orang tua cemas dan ketakutan. Demam tidak menyebabkan kerugian dan benar-benar dapat menjadi hal yang positif – hal ini seringkali merupakan cara tubuh bertahan untuk melawan dan mengatasi infeksi. Jadi tidak semua demam perlu diobati. Demam tinggi, bagaimanapun dapat membuat anak merasa tidak nyaman dan memperburuk masalah seperti dehidrasi.

Demam Pada Anak

Fakta Tentang Demam

Demam terjadi ketika internal tubuh yang disebut “thermostat” meningkatkan suhu tubuh diatas tingkat normal. Thermostat ini ditemukan di bagian otak yang biasa disebut hipotalamus. Hipotalamus bertugas untuk mengontrol suhu tubuh Anda (biasanya sekitar 98,6 derajat F/ 37 derajat Celsius) dan akan mengirim pesan ke tubuh Anda untuk tetap seperti itu.

Suhu tubuh kebanyakan orang berubah sedikit dalam sehari, biasanya sedikit rendah di pagi hari dan sedikit lebih tinggi di malam hari dan dapat berfluktuasi ketika anak-anak berlari, bermain dan berolahraga.

Kadang-kadang, hipotalamus akan “mereset” tubuh agar suhu tubuhnya naik lebih tinggi dari keadaan normal sebagai respon terhadap suatu penyakit seperti infeksi atau sebab-sebab lainya, mengapa demikian? Para peneliti percaya bahwa meningkatnya panas adalah cara tubuh melawan kuman yang menyebabkan infeksi dan membuat tubuh tempat yang kurang nyaman bagi mereka.

Penyebab demam yang paling sering pada Anak

Demam memiliki beberapa penyebab potensial, diantaranya:

Infeksi : Kebanyakan demam disebabkan oleh infeksi atau penyakit lainnya. Demam membantu tubuh melawan infeksi dengan menstimulasi mekanisme pertahanan alami. baca juga : perbedaan penyakit karena virus dan bakteri.

Overdressing : Bayi, terutama bayi yang baru saja lahir, mungkin mereka akan mengalami demam jika mereka overbundled atau dalam lingkungan yang panas karena mereka belum mampu mengatur suhu tubuh mereka. Namun, kerena demam pada bayi baru lahir dapat menunjukkan infeksi serius, bayi yang diberi baju berlebihan harus di evaluasi oleh dokter jika mengalami demam.

Imunisasi : Bayi dan anak-anak kadang-kadang mengalami demam ringan setelah mendapatkan vaksinasi.

Tumbuh gigi : Meskipun tumbuh gigi dapat menyebabkan naiknya suhu tubuh, itu mungkin bukan penyebabnya jika suhu anak adalah lebih tinggi dari 37,8 derajat Celsius.

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Suhu yang mengharuskan Anda memanggil dokter tergantung pada usia anak, penyakit, dan apakah ada gejala lain yang menyertai demam anak Anda.

Hubungi dokter jika Anda mendapati hal-hal sebagai berikut:

  • Bayi lebih muda dari 3 bulan dengan suhu rektal 38 derajat Celsius atau lebih tinggi.
  • Anak yang lebih tua dengan suhu lebih tinggi dari 39 derajat Celsius.

Hubungi dokter jika anak yang lebih tua mengalami demam kurang dari 39 derajat Celsius, tetapi juga:

  1. Menolak untuk makan dan minum atau tampak terlalu sakit untuk minum secara memadai.
  2. Mengalami diare persisten atau muntah berulang.
  3. Memiliki tanda-tanda dehidrasi (buang air kecil lebih sedikit dari biasanya, tidak keluar air mata ketika menangis, kurang waspada dan kurang aktif dari biasanya).
  4. Mengalami keluhan tertentu (misalnya sakit tenggorokan atau sakit telinga).
  5. Masih mengalami demam setelah 24 jam (pada anak-anak berumur kurang dari 2 tahun) atau 72 jam (pada anak-anak 2 tahun atau lebih).
  6. Mengalami demam berulang, meskipun hanya mengalaminya beberapa jam setiap malam.
  7. Memiliki masalah medis yang kronis seperti penyakit jantung, kanker, lupus, atau anemia sel sabit.
  8. Memiliki ruam
  9. Mengalami rasa sakit ketika buang air kecil.

Dan Anda juga perlu mencari perawatan darurat jika anak Anda menunjukkan tanda-tanda berikut ini:

  • Sulit ditenangkan ketika menangis.
  • Lekas marah.
  • Lesu dan kesulitan bangun.
  • Ruam atau bintik-bintik ungu yang terlihat seperti emmar pada kulit (yang tidak ada sebelum anak sakit).
  • Bibir, lidah, atau kuku berwarna biru.
  • Mata cekung.
  • Kaku leher.
  • Sakit kepala parah.
  • Limpness atau penolakan untuk bergerak (kelumpuhan).
  • Kesulitan bernapas yang tidak menjadi lebih baik ketika hidung dibersihkan.
  • Kejang.
  • Sakit perut.

Demikian beberapa penyebab demam, dan kapan Anda bertindak dan membutuhkan pertolongan dokter. Semoga si kecil selalu sehat dan ceria ya bunda 🙂

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This