6 Kriteria Anak Yang Membutuhkan Suplemen Vitamin dan Mineral

Semua Orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, terutama tentang kesehatan anaknya, terlebih lagi di masa pertumbuhan mereka. Tidak jarang orangtua merasa perlu memberikan tambahan nutrisi berupa suplemen tambahan vitamin dan mineral dengan tujuan agar anaknya menjadi lebih sehat, cerdas dan harapan baik lainnya.

Perlukah Vitamin Untuk Anak

Begitu banyaknya suplemen untuk anak-anak yang beredar di pasaran. Bentuk dan harganyapun cukup beragam, seperti sediaan sirup, tablet, kapsul, tablet chewable, juga mulai dari harga yang tergolong murah hingga yang dipatok dengan harga relative mahal dengan berbagai klaim keunggulannya seperti meningkatkan daya tahan tubuh, menambah nafsu makan, kecerdasan dan lain sebagainya. Hal seperti ini seringkali menyulitkan bagi para orangtua untuk memutuskan suplemen mana yang benar-benar dibutuhkan untuk anak-anak mereka. Sebenarnya hal yang mendasari dalam memberikan suplemen pada anak adalah kebutuhan vitamin dan mineral pada anak tersebut.

Fungsi suplemen Vitamin dan Mineral

Vitamin dan mineral merupakan unsur penting dalam tubuh. Vitamin dibutuhkan sebagai katalis untuk membantu mengatur metabolism tubuh pada proses pencernaan, pertumbuhan maupun pertahanan tubuh terhadap penyakit. Demikian juga halnya dengan mineral, peranannya sangatlah penting dalam mempertahankan beberapa fungsi fisiologis organ-organ dalam tubuh, serta proses pembentukan struktur tubuh seperti tulang dan gigi, keduanya merupakan micro nutrient yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit namun dengan takaran yang sesuai dan asupan yang teratur. Tubuh tidak dapat memproduksi sendiri  sebagian besar vitamin dan mineral. Asupan vitamin dan mineral berasal dari sumber makanan yang biasa kita makan sehari-hari.

Suplemen untuk anak-anak merupakan nutrisi tambahan yang biasanya diberikan disamping makanan pokok dengan tujuan membantu tumbuh kembang anak-anak agar lebih optimal. Suplemen biasanya terdiri dari beberapa vitamin,s eperti vitamin A, vitamin B, vitamin C serta beberapa kandungan mineral seperti kalsium, zat besi, fosfor, kobalt, zinc. Adapula beberapa suplemen yang menambahkan kandungan seperti minyak ikan, beberpa ekstrak tubmbuhan seperti ekstrak kurkuma dan meniran.

Pemberian suplemen sebenarnya untuk melengkapi jika ada kekurangan terhadap beberapa vitamin  dan mineral tubuh. Jadi, suplemen tidak dapat digunakan untuk menggantikan vitamin alami yang diperoleh dari makanan, tetapi hanya dapat diberikan apabila terjadi kekurangan zat tersebut. Kekurangan beberapa vitamin dan mineral dapat menimbulkan defisiensi zat-zat tersebut yang berakibat buruk dan mempengaruhi tumbuh kembang anak. Namun, pemberian vitamin dan mineral yang berlebihan juga dapat berdampak tidak baik pada anak.

Pemberian megadosis vitamin dan mineral (dalam jumlah yang berlebihan) justru dapat menyebabkan efek buruk dalam tubuh. Misalnya vitamin-vitamin yang dapat larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E dan K jika berlebihan maka akan mengendap dalam tubuh dapat menimbulkan efek toksik. Sedangkan vitamin yang larut dalam air seperti vitamin C dan B dapat memperberat kerja ginjal jika jumlahnya berlebihan karena dibuang melalui urin. Olehs ebab itu, pemberian suplemen pada anak juga harus memenuhi prinsip-prinsip tepat dosis, tepat jenis, tepat waktu dan tepat cara pemakaian serta waspada efek samping seperti lazimnya penggunaan obat-obatan.

Perlu atau Tidak?

Sebelum memutuskan untuk memberikan suplemen untuk anak,s ebaiknya kita ketahui terlebih dahulu apakah anak tersebut benar-benar memelukannya atau tidak. Faktanya, pemberian suplemen sebenarnya tidak terlalu diperlukan untuk anak-anak sehat yang tumbuh dengan normal dan mendapat makanan yang memenuhi standar gizi seimbang. Pada bayi usia 0-6 bulan misalnya, kebutuhan vitamin dan mineralnya dapat terpenuhi melalui pemberian ASI ekslusif.

baca juga : Suplemen Vitamin Stimuno Untuk Balita

Setelah usia tersebut, sumber vitamin dan mineral dapat dibantu dengan pemberian makanan tambahan atau biasa dikenal dengan sebutan MPAsi.

Nah berikut ini ada 6 kriteria anak-anak yang memerlukan suplemen vitamin dan mineral, diantaranya:

  • Bayi yang lahir premature atau bayi lahir berat badan rendah (BBLR)
  • Anak-anak yang mempunyai sakit kronik atau sedang menjalani pengobatan jangka panjang, seperti pada penyakit TBC/TB Paru
  • Anak-anak yang memiliki alergi terhadap beberapa jenis makanan atau memiliki masalah pada pencernaannya, sehingga terbatas asupan dari bahan makanan tersebut. Misalnya ada beberapa anak yang alergi pada susu dan produk sejenisnya.
  • Anak yang sedang sakit atau dalam masa penyembuhan suatu penyakit.
  • Anak-anak yang mengalami perlambatan dalam tumbuh kembangnya.
  • Anak-anak yang picky eater atau pemilih makanan, misalnya tidak mau mengkomsumsi sayuran atau buah-buahan.
  • Jadi berdasarkan kriteria diatas, dapat disimpulkan bahwa tidak semua anak memerlukan suplemen tambahan untuk kebutuhan vitamin dan mineralnya. Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan asupan  makanan sehat dengan gizi seimbang, karena vitamin dan mineral bukan satu-satunya zat yang diperlukan oleh tubuh pad asaat tumbuh kembang anak, tetapi juga dibutuhkan keseimbangan zat penting lainnya seperti karbohidrat, protein dan lemak.

Namun, jika memang dibutuhkan juga untuk memberikan suplemen vitamin untuk anak, sebaiknya perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini:

  1. Berikan suplemen vitamin dan mineral pada anak-anak sesuai dengan kebutuhannya. Sebaiknya ketahui terlebih dahulu anak kekurangan vitamin atau mineral apa dalam masa pertumbuhannya dengan cara mengkonsultasikan terlebih dulu dengan dokter agar dapat dipilihkan jenis suplemen yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya. Pertimbangkan untuk memberikan suplemen setelah anak berusia 4 tahun. kecuali memang disarankan oleh dokter.
  2. Perhatikan angka kecukupan gizi (AKG) dari suplemen yang dipilih.
  3. Pemberian suplemen idealnya tidak mencapai lebih dari 100% dari angka kebutuhan harian vitamin dan mineral untuk anak-anak. Suplemen juga tidak perlu di komsumsi terus menerus dalam jangka panjang, tetapi hanya pada saat diperlukan saja.
  4. Apabila anak juga mengkomsumsi obat lain untuk terapi suatu penyakit, pastikan multivitamin yang diberikan tidak menimbulkan interaksi dengan obat yang diminum. Konsultasikan dengan dokter anak maupun apoteker bagaimana sebaiknya aturan minumnya, termasuk waktu yang baik untuk mengkomsumsi suplemen tersebut.
  5. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan tempat penyimpanan suplemen sesuai petunjuk yang ada, termasuk tanggal kadaluarsanya agar suplemen yang diberikan dipastikan dalam kondisi yang masih baik sehingga bermanfaat secara optimal.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *