Bahaya Penyakit Diare Invasif

Diare Invasif

Beranda Sehat – Pada dasarnya masyarakat luas belum banyak mengetahui istilah dari Penyakit diare invasif. Umumnya penyakit ini dikenal sebagai penyakit disentri atau yang di sebut dengan hand washing disease. Penyakit diare invasif merupakan penyakit bakteri yang bersifat akut dan si sebabkan oleh bakteri shigella spp merupakan bakteri yang memiliki sifat unik. Sifat dari bakteri ini yaitu rapuh atau fragile, dan cepat mati bila berada di luar tubuh hospesnya.

Penyebab Penyakit Diare Invasif

Dahulu orang menganggap bawa penyakit disentri ini disebabkan oleh dua jenis penyebab yaitu disentri basiller yang berasal dari shigella spp, dan disentri amuba yang berasal dari parasit Entamoeba histolytica. Namun sekarang, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih dalam bidang mikrobiologi, ternyata penyebab penyakit diare invasif atau disentri lebih banyak dai perkiraan sebelumnya. Yaitu dapat disebabkan oleh mikroba, bakteri dan parasit, diantaranya Shigella spp, Salmonella spp, Campylobacter spp, Vibrio parahaemolyticus, Pleisomonas shigelloides, Enteriinvasive, E.coli, Aeromonas spp, dan Entamoeba histolytica.

Umumnya gejala-gejala pada penyakit diare invasif atau disentri yaitu buang air besar dan mencret, berdarah, mengandung nanah dan lendir, disertai dengan rasa mula dan demam. Gejala seperti ini di sebut sebagai sindroma disentri.

Darah yang keluar dari penyakit ini merupakan infeksi yang menimbulkan luka dan menyebabkan borok pada usus besar atau colon. Hal tersebut merupakan suatu bukti bahwa kuman penyebab penyakit disentri dapat menembus dinding colon dan bersarang di bawahnya.Dengan alasan itulah para ahli lebih sering menjuluki diare invasif sebagai penyakit disentri.

Cara penularan diare invasif atau disentri yaitu adanya kontak langsung dengan penderita, seperti melalui pemberian susu pengganti aii susu ibu atau PASI dengan menggunakan botol, kebersihannya harus tetap di jaga, jika tidak bayi atau anak akan menderita penyakit diare.

Selain itu, penularan dapat juga terjadi melalui air dan makanan yang tercemar kebersihannya, langsung memegang makanan dengan kondisi tangan yang kotor, dan BAB di sembarang tempat sebagai penyebab utama menyebarnya penyakit diare.

Sedangkan penyebab lain yang masih kurang mendapatkan perhatian secara khusus dari masyarakat pada umumnya yaitu daging yang berasal dari unggas yang sedang menderita gejala mencret. Daging tersebut memang dapat menyebabkan tertularnya penyakit diare.

Cara Memberantas Penyakit Diare Invasif

Walaupun penyakit diare invasif atau disentri pada kenyataannya sering melanda bayi atau anak-anak, dan tidak sedikit kasus dari mereka yang berakkhir fatal. Namun sebagai orang tua tidak perlu terlalu khawatir, karena penyakit ini dapat di berantas oleh segenap lapisan masyarakat. Cara utama yang harus dilakukan yaitu dengan memberikan ASI pada bayi sejak dini, sampai umur 2 tahun. Pemberian ASI sesungguhnya dapat mencegahnya dari penyakit diare.

Hal tersebut disebabkan ASI terjamin kebersihannya, dan sangat cocok untuk bayi. Selain itu, ASI juga mengandung zat kekebalan tubuh yang dapat menolak pengaruh bibit penyakit yang masuk dan berkembang biak dalam tubuh bayi.Pemberian ASI oleh para ahli di bidang kesehatan dianjurkan sampai anak berumur dua tahun.

Selain dengan memberikan ASI bagi si buah hati, pencegahan penularan penyakit diare juga dapat dilakukan secara umum dengan meningkatkan kebersihan perorangan dan lingkungan sekitarnya. Cobalah untuk membiasakan diri hidup sehat dalam lingkungan yang terjaga kebersihannya. Misalnya dengan mengomsumsi makanan yang bergizi dan higienis, menggunakan air bersih untuk keperluan sehari-hari, BAB pada tempatnya dan jauh dari jangkauan lalat.

Apabila contoh-contoh seperti itu dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka penyakit menular tersebut akan mudah di berantas dengan mudah.

Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan bila bayi atau anak menderita diare.

  • Berikan minum yang cukup, atau oralit sampai anak tidak merasa haus lagi. Apabila dengan pemberian oralit tersebut terdapat reaksi pada anak seperti muntah, maka pemberian oralit dihentikan dulu. Setelah beberapa saat kemudian baru di lanjutkan kembali. Caranya yaitu oralit di berikan sedikit demi sedikit sampai takaan yang dianjurkan habis.
  • Jika ternyata sampai hari kedua anak masih terus diare atau bahkan keadaannya lebih parah dari sebelumnya, maka bayi atau anak tersebut harus segera di bawa kedokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Bagi bayi yang masih menyusui, pemberian ASI tetap diteruskan. Sedangkan makanan lunak seperti bubur, pisang, nasi tim, dapat tetap di berikan kepada penderita seperti biasa.
  • Ada anggapa yang keliru dalam masyarakat bahwa “ Bayi atau anak yang menderita diare jangan di beri makan karena akan memperparah keadaan “ justru dengan mempuasakan bayi atau anak yang menderita diare, hanya akan memprsulitnya untuk melawan penyakit tersebut karena daya tahan tubuhnya akan semakin menurun.

Demikian gambaran singkat tentang penyakit diare invasif atau disentri, penyebab, pencegahan  dan beberapa tips sederhana dalam merawat bayi atau anak yang menderita diare. Semoga penjelasan ini ada manfaatnya. Salam sehat