Benarkah Kotoran Merupakan Pertanda Kesehatan Bayi ?

Sahabat Beranda Sehat.Com – Sangat mudah di mengerti jika ibu-ibu sering bingung dan cemas bila suatu waktu menyaksikan adanya perubahan pada kotoran bayinya. Walaupun disadari bahwa perubahan pada kotoran bayi tidak selalu merupakan pertanda adanya gangguan.

Namun, memang dalam banyak hal, kotoran bayi dapat merupakan pertanda kesehatan bayi, mengapa demikian ? baca lebih lanjut

Kotoran Pertama

Ibu-ibu yang baru pertama kali melahirkan seringkali merasa cemas melihat kotoran atau tinja anaknya pada hari-hari pertama. Tidak jarang yang segera berkonsultasi dengan dokter, walaupun sebenarnya tidak perlu dilakukan.

Pada hari pertama dan kedua setelah bayi lahir, kotoran yang dikeluarkan memang tampak aneh. Warna hijau kehitam-hitaman, lunak dan agak lengket. Hal ini tidak perlu dicemaskan, sebab pada hakekatnya dia masih mengeluarkan sisa-sisa air ketuban yang terakhir di minumnya. Kotoran ini dikenal sebagai mekonium. Orang awam sering menyebutnya sebagai kotoran gagak. Saat ini bayi belum merasakan air susu ibunya maupun minuman yang lainnya. Barulah setelah dia memperoleh ASI atau susu botol, kotoran yang keluar akan berubah warna dan bentuknya.

Mengapa Lebih Sering ?

Bayi yang minum air susu ibu biasanya mengeluarkan kotoran berwarna kuning dan lunak. Bayi ini mengeluarkan kotoran beberapa kali dalam sehari. Baru setelah berusia dua atau tiga bulan, dia mengeluarkan kotoran hanya sekali sehari. Maka beberapa kali mengeluarkan kotoran, asalkan tidak cair, tidak perlu dicemaskan. Demikian pula keadaan kesehatannya, asalkan tidak tampak mengganggu.

Lebih dari itu, bayi-bayi yang lebih kecil memang belum dapat mengontrol gerakan an*s ( pelepasan ), sehingga adakalanya dia mengeluarkan kotoran lebih sering dibandingkan anak yang lebih besar.

Sayuran

Jika bayi mulai diberikan makan dengan campuran sayuran, maka kotorannya pun berubah. Pada mulanya tampak sebagian sayuran yang dimakan tidak tercerna dengan baik, sehingga tampak dalam kotorannya. Hal ini disebabkan usus bayi belum biasa dengan makanan tadi dan perlu waktu untuk penyesuaian diri.

Makan sayur bit terlalu banyak, membuat kotoran bayi berubah menjadi kemerah-merahan. Demikian juga dengan bayam, dapat menyebabkan kotoran berubah warna menjadi kehijau-hijauan. Makan makanan yang mengandung zat besi seperti hati, telur, kacang hijau dan sebagainya, dapat mengakibatkan kotoran berubah menjadi kehitam-hitaman.

Pertanda Kesehatan Bayi

Meskipun kita tahu bahwa macam-macam hal dapat berpengaruh terhadap perubahan kotoran bayi yang sifatnya normal, tetapi jangan selalu merasa puas atau menyepelekan setiap perubahan yang terjadi terhadap kptoran bayi.

Dalam banyak hal, kotorn bayi merupakan pertanda kesehatan bayi yang paling jelas. Dapat merupakan pertanda bila kesehatan bayi sedang terganggu.

Kelainan yang paling sering terjadi dan tampak jelas pada kotoran bayi adalah terjadinya gangguan pada alat pencernaan makanannya. Biasanya disebabkan oleh adanya kesalahan dalam pertukaran zat dalam tubuhnya. Keadaan demikian umumnya dapat menimbulkan diare. Kotoran terlihat encer, berwarna kehijau-hijauan dan baunya lain.

Selain gangguan pencernaan, ada gangguan jenis makanan tertentu. Hal ini biasanya terjadi kerena ada sesuatu yang salah dalam susunan makanan bayi. Kotoran yang berwarna hijau berbusa dan berbau busuk merupakan indikasi yang kuat untuk membawanya ke dokter.

Sedangkan kotoran berwarna hijau disertai darah dan lendir serta diikuti demam, merupakan pertanda adanya infeksi pada alat pencernaan. Untuk itu jangan ditunda-tunda lagi segera membanya ke dokter. Lebih-lebih jika disertai dengan muntah-muntah.

Sebaliknya, jika bayi sukar mengeluarkan kotorannya, sehingga dia mengejan kesakitan, sering sisebabkan oleh susunan makanan yang kurang sesuai, apalagi kalau aktivitas fisiknya kurang. Jangan memasukkan sabun keliang du**bur, seperti yang dilakukan oleh sebagian ibu.

Itulah beberapa penjelasan berhubungan dengan perubahan seputar kotoran bayi, dan orang tua haruslah jeli melihat semua perubahan yang terjadi pada bayinya, seperti perubahan kotoran dan sebagainya, agar orang tua tahu kapan anaknya harus di bawa ke dokter.

Tags: