Benarkah Mengisap Jempol Bisa Turunkan Kecerdasan Anak?

Benarkah Mengisap Jempol Bisa Turunkan Kecerdasan Anak? Sudah menjadi hal yang sangat wajar melihat anak-anak khususnya balita suka mengisap jempolnya. Saat anak mengisap jempol seringkali orang tua maupun orang-orang di sekitarnya kemudian melarangnya. Mengapa anak suka mengisap jempol? Berbahayakah anak mengisap jempol? Benarkah bisa menurunkan kecerdasan anak? Hal-hal demikian bisa jadi menjadi salah satu yang dipikirkan ketika memiliki buah hati yang suka mengisap jempol.

Menurut Dr. Marissa T S Pudjiadi, Sp.A seperti yang dikutip tempo.co mengatakan bahwasanya sejak bayi lahir, ia telah memiliki kemampuan alami yaitu refleks mengisap yang membantu mereka terpenuhi kebutuhan gizinya. Ketika bayi lahir, ia akan mengalami berbagai fase dalam perkembangannya. Salah satunya adalah fase oral dimana ia sangat menyukai mengisap segala sesuatu. Fase ini akan menghilang seiring bertambahnya usia. Setidaknya hingga usia 2 sampai 3 tahun. Namun kebiasaan mengisap tersebut baru akan hilang ketika anak tersebut berusia 6 tahun.

Mengapa anak-anak suka mengisap? Ternyata ketika mereka mengisap jempol terdapat efek dimana mereka akan merasa nyaman dan tenang. Apalagi jika mengalami hal-hal emosional seperti bisan, mengantuk, tidak nyaman, tegang, takut, lapar dan lainnya. Apakah kebiasaan ini perlu dikhawatirkan? Jangan cemas. Karena mengisap jempol hanyalah bentuk refleks anak untuk mengurangi stres. Mengisap jempol juga tidak berpengaruh terhadap kecerdasan anak.

Namun jika kebiasaan tersebut di atas wajar artinya anak tersebut mengisap jempol jauh lebih sering dari teman sebayanya maka Anda bisa mulai mengkhawatirkannya. Kebiasaan mengisap jempol bisa dihubungkan dengan kebiasaan menyusu. Namun jika sudah disapih dan tetap suka mengisap jempol sebaiknya segera mencari faktor penyebab dan upaya untuk mengatasinya.

Pasalnya jika kebiasaan ini tidak segera diatasi maka akan berpengaruh terhadapp perkembangan gigi dan rahang. Dimana gigi anak bisa maju atau tonggos. Kemudian bentuk rahang juga lebih sempit dan dalam. Bisa juga ketika gigigerahan mengatup namun gigi depan bawah dan atas tidak tetap terbuka. Jempol tangan juga bisa kapalan. Selain itu anak akan semakin cenderung kurang melakukan sosialisasi karena cenderung minder karena diejek.

Untuk mengatasinya segera cari tahu terlebih dahulu penyebabnya. Kemudian jika anak melakukan kebiasaan tersebut  segera alihkan perhatiannya, tidak perlu memarahinya apalagi jika masih balita. Cara lain yang bisa dilakukan misalnya dengan memakaikan plester pada ibu jarinya sehingga diharapkan membuatnya enggan menghisap jempol.

Nah, melalui informasi tersebut semoga kekhawatiran mengenai Benarkah Mengisap Jempol Bisa Turunkan Kecerdasan Anak? Sudah tidak akan terjadi karena memang tidak berpengaruh pada tingkat kecerdasan anak.