Cara Membedakan Batuk Pilek dan Pneumonia Pada Anak

cara-membedakan-batuk-pilek-dan-pneumonia-pada-anakBeranda Sehat.Com – Penyakit batuk dan pilek sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian pada bayi. Namun sebagai orang yang memiliki bayi harus dapat menilai penyakit batuk dan pilek seperti apa yang berakibat fatal, karena tidak semua penyakit ini dapat menyebabkan kematian.

Sesungguhnya tidak sulit untuk membedakan keduanya apabila Anda mengikuti metode berikut ini.

  • Apabila bayi Anda batuk dan pilek, sebaiknya jangan terlalu panik dan jangan juga mermehkan atau mengabaikannya begitu saja. Jaga sikap Anda agar tetap tenang dan waspada.
  • Bila sudah tenang, kemudian tenangkan juga bayi Anda agar mudah untuk di periksa.
  • Jika bayi sudah mulai tenang, bukalah pakaiannya sehingga akan tampak jelas bagian dada dan perutnya untuk memudahkan pemeriksaan. Bayi dapat diletakkan di pangkuan Anda, ditempat tidur, atau tempat lain yang alasnya empuk agar bayi merasa aman.
  • Perhatikan secara teliti apakah bayi bernapas cepat atau lambat ? Anda dapat mengetahuinya dengan menghitung frekuensi napasnya selama satu menit penuh. Gunakan pengatur waktu atau jam untuk mendapatkan waktu yang tepat. Apabila Anda tetap mengalami kesulitan untuk melakukannya, mintalah pertolongan pada orang terdekat untuk melakukan penghitungan  waktu selama satu menit. Bila Anda ragu terhadap perhitungan tersebut, maka perhatikan pergerakan napas pada bagian dada dan perutnya. Sekali lagi hitung penuh selama satu menit. Apabila dalam kenyataannya Anda masih ragu, ulangi hal serupa sampai Anda merasa yakin akan waktunya. Mengingat frekuensi napas bayi pada umumnya berbeda-beda, Anda dapat menentukan kecepatan napasnya berdasarkan golongan umur, yaitu sebagai berikut : 2 bulan – 1 tahun = 50 kali permenit atau lebih dan 1 – 5 tahun : 40 kali permenit atau lebih.
  • Apabila di temukan bayi bernapas dengan cepat, maka kemungkinan besar bayi terserang Pneumonia. Dalam hal ini bayi harus segera di bawa ke dokter untuk penanganan yang lebih serius. Apabila di temukan pada bayi yang semula napas cepat kemudian berubah menjadi lambat dapat dikarenakan bayi mengalami kelelahan untuk bernapas. Sehingga akan mempersulit Anda untuk melakukan penilaian napas cepat, oleh karena itu, Anda harus melakukan penilaian menurut petunjuk kelima yang akan di jelaskan selanjutnya.
  • Cara bernapas antara bayi atau anak yang normal dengan bayi atau anak yang terserang Pneumonia akan berbeda sekali. Kalau bayi atau anak yang normal menarik napas, maka dada dan perutnya akan bergerak keluar. Sedangkan bayi atau anak yang terserang Pneumonia akan bernapas dengan menggunakan tenaga yang lebih besar dari biasanya. Sehingga akan mengakibatkan dinding dada bagian bawah akan tampak tertarik ke dalam.
  • Hal semacam itu disebut dengan tarikan dinding dada ke dalam positif (+). Pada bayi sehat yang berumur kurang dari 2 bulan, karena tulang dadanya yang masih lunak, sering terlihat tarikan dinding dada ke dalam yang tidak kuat. Sedangkan pada bayi yang menderita penyakit Pneumonia dan berumur sama akan tampak jelas ada tarikan dinding dada ke dalam yang kuat.
  • Tanda-tanda seperti yang di jelaskan di atas yaitu pada napas cepat atau tarikan dinding dada ke dalam (+) merupakan tanda-tanda bayi terserang pneumonia. Apabila bayi berada pada kondisi demikian maka harus segera di bawa ke dokter atau rumah sakit terdekat. Karen bayi memerlukan bantuan oksigen, cairan tubuh tambahan, dan obat-obatan yang harus di berikan secara cepat dan tepat. Jika terlambat memberikan bantuan maka akan berakibat fatal pada bayi atau anak.
  • Di samping cara seperti itu, untuk dapat mengurangi risiko kematian akibat pneumonia pada bayi, maka Depkes RI telah menetapkan tanda-tanda bahaya pada bayi. Dengan demikian akan mempermudah para orang tua untuk dapat segera menentukan apakah bayi harus segera mendapatkan pertolongan dokter atau tidak.

Adapun cara yang paling efektif untuk dapat mencegah penyakit yang berbahaya ini, maka yang harus dilakukan oleh orang tua yaitu dengan memberikan imunisasi yang lengkap, ASI sampai berumur 2 tahun, menimbang bayi secara teratur dan siap memberikan oralit bila bayi mengalami mencret. Dan yang paling utama dengan mempersiapkan kehamilan dan kelahiran dengan benar. baca juga : Apa itu batuk rejan?

Image : FreeDigitalPhotos.net

5/5(3)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *