Cara Praktis atasi Demam pada Anak

Sahabat Beranda Sehat – Demam merupakan gejala yang paling sering di alami oleh anak-anak. Demam memang bukan suatu penyakit melainkan gejala dari suatu penyakit, sehingga bila anak menderita demam, tentu ada sesuatu yang tidak beres pada tubuhnya. Beberapa penyakit ringan sering ditandai dengan demam tinggi. Sebaliknya, penyakit yang parah kadang-kadang timbul tanpa disertai demam atau hanya demam ringan saja.

Sebagian orang tua dapat segera mengetahui bahwa anaknya sedang tidak enak badan, hanya dengan melihat perubahan sinar mata dan tingkah laku anak. Namun, ada orang atau yang merasa ragu, apakah suhu tubuh anaknya normal atau tidak, padahal kening anak sudah di pegang berkali-kali dan sudah dibandingkan dengan suhu tubuhnya sendiri.

Tetapi tidak jarang orang tua merasa cemas bila anaknya menderita demam. Suhu tubuh anaknya naik sedikit saja sudah menderita kejang-kejang “ Apakah dapat mengganggu kecerdasannya dokter  ?“ Pertanyaan demikian kerapkali muncul, bila orang merasa cemas terhadap keadaan anaknya. Kadang-kadang upaya pertolongan yang diberikan orang tua yang sedang di liputi kecemasan justru bertentangan dengan cara yang semestinya dilakukan.

Maka, bila anak demam, apa yang harus di lakukan ?

Mengapa Demam ?

Seperti telah dikemukakan diatas, karena demam merupakan sebuah gejala adanya sesuatu penyakit, maka bila ank menderita demam berarti ada sesuatu yang kurang beres pada tubuhnya. Kebanyakan terjadi setelah tubuhnya kemasukan kuman, virus, atau akibat reaksi yang bersifat alergis dan sebagainya.

Misalnya, kenaikan suhu tubuh diikuti dengan perasaan mual, muntah-muntah, kejang atau diare, maka ini merupakan gejala adanya infeksi pada usus. Sedangkan apabila tenggorokan terasa sakit, batuk-batuk, bersin, mulut terasa kering dan hambar serta sesak nafas, ada kemungkinan tenggorokan anak mengalami peradangan yang biasanya disebabkan oleh infeksi.

Kenaikan suhu tubuh adalah akibat adanya proses suatu penyakit di dalam tubuh. Ketika sel-sel darah putih mempertahankan diri dari serangan bakteri atau virus, maka sel-sel ini mengeluarkan zat yang dinamakan pirogen ke dalam aliran darah. Pada saat pirogen ini bekerja memerangi penyakit tersebut, suhu tubuh menjadi tinggi. Kenaikan suhu tubuh ini mempunyai pengaruh yang bersifat menghambat pertumbuhan pelbagai bakteri maupun virus.

Suhu tubuh yang tinggi dapat mengakibatkan kejang-kejang ( stuip ) pada anak-anak yang tidak tahan. Maka agar ini tidak terjadi, anak yang demam jangan di selimuti tebal. Anggapan bahwa dengan selimut tebal menyebabkan keluarnya banyak keringat adalah tidak benar. Karena suhu tubuh yang sudah cukup tinggi akan bertambah tinggi lagi jika diselimuti. Ini dapat menyebabkan anak menderita kejang-kejang. Pertumbuhan gigi pertama sering disertai kenaikan suhu tubuh. Walaupun demikian harus tetap berhati-hati jika demam ini tidak turun-turun dan segera menghubungi dokter.

Suhu tubuh bayi juga akan meninggi bila bayi memperoleh imunisasi seperti DPT ( Difteria, Pertusis, Tetanus ), namun hanya berlangsung kira-kira 24 jam. Dalam hal ini biasanya dokter sudah membekali obat penurun suhu tubuh.

Bagaimana Cara Mengatasi Demam pada Anak ?

  • Pengeluaran keringat dapat menurunkan suhu tubuh anak, akrena untuk penguapan keringat diperlukan panas yang diambil dari tubuh. Untuk itu anak yang menderita demam harus diberi banyak minum, agar ia mudah berkeringat.
  • Dengan banyaknya keringat yang keluar, maka tubuh akan kekurangan cairan yang bisa mengancam keselamatan anak. Oleh karena itu kekurangan ini harus segera diganti kembali. Biasanya anak yang sedang sakit menyukai minuman dingin dan segar. Misalnya air jeruk, limun atau boleh diberikan air kaldu hangat. Bila tenggorkan anak sakit, ia memang tidak akan mau minum, tetapi harus dibujuk agar ia mau minum.
  • Sekalah anak yang sedang berkeringat dengan lap handuk yang sudah diperas. Kemudian bedakilah seluruh tubuhnya dan gantilah pakaiannya dengan yang kering, sehingga anak merasa segar.
  • Perlu diperhatikan agar anak yang sedang berkeringat ini tidak bermain, duduk atau tiduran di tempat berangin, karena hal ini dapat mengakibatkan komplikasi penyakit lain.
  • Untuk menurunkan suhu tubuh ini sebaiknya kening si anak di kompres dengan lap atau handuk basah dengan kompres hangat. Sering-seringlah mencelupkan lap ini ke dalam air hangat, agar terjadi penguapan panas dalam tubuh anak. Demikianlah secara berulang-ulang.
  • Di samping itu sebaiknya anak diberikan obat penurun panas sebelum di bawa ke dokter. Sebab suhu tubuh yang terus- menerus tinggi akan sangat melelahkan dan membahayakan anak.
  • Si anak dalam keadaan bahaya bila timbul kejang-kejang. Tanda-tandanya adalah mata anak melotot dan badannya kaku. Sebelum di bawa ke dokter, sebagai pertolongan pertama bukalah pakaian si anak dan berikan kompres hangat pada keningnya. Supaya lidah anak tidak tergigit, selipkan sehelai sapu tangan diantara kedua rahangnya.
  • Dokter tidak hanya memberikan obat penurun panas, tetapi juga mencari penyebab penyakit yang menimbulkan gejala demam tersebut. Sehingga pengobatan yang dilakukan oleh dokter adalah menghilangkan penyebabnya ( terapi kausal ).

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *