Tahukah Anda Dampak Kekurangan Zat Besi Di Dalam Tubuh Bayi ?

Beranda Sehat– Pada umumnya penyakitAnemia atau kekurangan zat besi yang sering di alami oleh bayi dan anak-anak disebabkan kurang makan makanan yang banyak mengandung zat besi, atau juga karena meningkatnya kebutuhan akan zat besi oleh sebab-sebab tertentu seperti kehilangan darah kronis akibat adanya cacing pita di dalam usus atau seringnya anak terkena penyakit infeksi.

Akan tetapi yang biasa terjadi di kalangan masyarakat yaitu disebabkan karena sering makan makanan yang kandungan zat besinya kurang terpenuhi.

Penelitian membuktikan bahwa, bila seseorang terkena anemia dan sudah berada dalam kondisi yang cukup berat dan kronis dapat menyebabkan jonjot-jonjot usus memendeksehingga dapat menghambat proses pencernaan dan penyerapan makanan. Selain itu, penyakit anemia atau biasa dikatakan sebagai kekurangan darah juga dapat menyebabkan anak mudah terserang infeksi dan apabila keadaan anemianya sudah berat sekali dapat mengakibatkan gangguan pada fungsi jantung.

Gejala pada bayi dan anak yang menderita anemia atau kekurangan zat besi akan terlihat jelas dari kondisi tubuhnya, seperti wajah pucat, lesu, dan gangguan perkembangan motorik. Dalam melakukan segala aktivitas yang menggunakan fisik akan kelihatan tidak begitu bersemangat. Sedangkan pada anak yang sudah sekolah akan terlihat jelas dari prestasinya yang semakin menurun dan pembendaharaan bahasanya yang kurang berkembang.

Gejala lain yang akan terlihat yaitu adanya gangguan dalam perilakunya seperti kurang perhatian, kelihatan lelah, dan selalu merasa kurang perhatian, kelihatan lelah, dan selalu merasa kurang aman.

Berdasarkan survei yang dilakukan WHO dapat diketahui bahwa penderita anemia di seluruh dunia mencapai angka yang tinggi, organisasi kesehatan sedunia itu memperkirakannya sekitar 700-800 juta orang. Di negara berkembang sendiri terdapat 51 persen penderita penyakit tersebut, dan umurnya pun berkisar antara 0 – 4 tahun.