Hal Yang Perlu Di Perhatikan Selama Menyusui

hal yang diperhatikan selama menyusui

hal yang diperhatikan selama menyusui

Hai sahabat berandasehat.com ! Masa laktasi atau menyusui merupakan tahap penting terutama untuk bayi Anda, dimana pada masa ini bayi hanya mendapatkan asupan makanan dan nutrisi dari ASI yang diberikan, agar laktasi berjalan dengan baik tentunya ibu harus dalam keadaan sehat, sehingga nutrisi bayi dapat tercukupi dari ASI yang diberikan. ( Baca juga : Efek samping pemberian susu sapi )

Untuk itu ada beberapa hal yang penting diperhatikan oleh ibu yang sedang menyusui bayinya, agar masa laktasi ini berjalan dengan baik, perhatikan langkah-langkah berikut ini.
  • Nutrisi : Walau umumnya keadaan gizi ibu hanya memengaruhi kuantitas dan bukan kualitas ASI, konsumsi makanan sebaiknya tidak di batasi. Penurunan berat badan sesudah melahirkan jangan melebihi 0,5 kg setiap minggu. Pada 6 bulan pertama masa menyusui saat bayi hanya mendapat ASI, ibu perlu tambahan nutrisi 700 kalori/hari, 6 bulan selanjutnya 500 kalori, dan tahun kedua 400 kalori. Dalam menu sehari-hari ditambah makanan yang menstimulasi produksi ASI seperti daun katuk dan daun pepaya. Karena jumlah cairan lebih banyak, ibu menyusui dianjurkan minimum 8 – 12 gelas sehari. Baca juga: Milna Bubur Bayi Organik, MPASI Terbaik
  • Istirahat dan tidur yang cukup.
  • Obat-obatan : Perhatikan obat-obatan yang tidak boleh dikomsumsi selama masa laktasi, tanyakan kepada dokter Anda obat yang boleh dan tidak boleh dikomsumsi.
  • Posisi ibu/bayi yang benar saat menyusui dapat dicapai bila bayi menyusui dengan tenang, menempel betul pada ibu. Mulut dan dagu bayi menempel betul pada pa**dara. Dan mulut membuka lebar sehingga sebagaian besar aer*la tertutup mulut bayi, ASI diisap pelan-pelan dengan kuat. P*ting s*su ibu tidak terasa sakit dan p*ting dengan lengan bayi berada pada satu garis lurus.
  • Penilaian kecukupan ASI pada bayi. Bayi sejak lahir sampai usia 4-6 bulan dianggap cukup mendapat ASI bila berat badan lahir pulih kembali setelah bayi berusia 2 minggu, kenaikan berat badan dan tinggi badan sesuai dengan kurva pertumbuhan. Bayi banyak mengompol, sampai 6 kali atau lebih dalam sehari. Tiap menyusu, bayi menyusu dengan kuat, kemudian melemah dan tertidur. Selain itu, pa**dara ibu terasa lunak setelah menyusui dibanding sebelum disusukan.
  • Diluar waktu menyusui jangan berikan dot atau empeng. Berikan ASI dengan sendok bila ibu tidak dapat menyusui bayinya.
  • Makanan pendamping ASI hendaknya diberikan setelah 6 bulan. Bila ibu bekerja, berikan pada jam kerja sehingga ASI dapat tetap diberikan saai ibu di rumah.
  • Penyapihan bertahap dengan meningkatkan frekuensi makanan anak dan menurunkan frekuensi pemberian ASI dalam kurun waktu 2-3 bulan.
  • Klinik Laktasi. Pusat pelayanan kesehatan ibu dan anak harus memiliki pelayanan yang dapat meyakinkan bahwa setiap ibu menyusui selalu dapat berkonsultasi untuk setiap masalah laktasi yang dialami. Untuk itu, perlu diadakan klinik laktasi atau tenaga terlatih untuk membantunya pada sarana pelayanan kesehatan yang terdekat.
  • Perlu dibina kelompok pendukung ASI di lingkungan masyarakat yang dapat menjadi sarana pendukung ibu agar dapat menyusui bayinya dengan baik, dibantu oleh tenaga kesehatan.

Itulah beberapa hal yang perlu diketahui dan diperhatikan bagi ibu-ibu yang berada dalam masa laktasi ( menyusui ), semoga bermanfaat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This