Hipertensi Bisa Serang Anak-anak, Benarkah ?

Beranda Sehat – Dugaan keliru jika hipertensi atau pada masyarakat lebih dikenal sebagai penyakit tekanan darah tinggi, dikatakan hanya menyerang orang dewa**sa. Hipertensi juga bisa menyerang anak-anak di berbagai usia.

Hipertensi selain menyerang orang dewa**sa, bisa juga menyerang anak usia 7 hari hingga 18 tahun. Namum, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, umur yang paling potensial terserang hipertensi adalah antara 6-12 tahun. Sedangkan prevalensi anak yang terserang hipertensi besarnya 2,14 persen hingga3,12 persen. Penyakit ini cukup berbahaya karena akan mempengaruhi organ-organ tubuh anak pada masa mendatang, terutama jantung dan ginjal.

Dalam suatu penelitian yang pernah dilakukan di suatu daerah, terungkap penyakit hipertensi pada anak umumnya dipengaruhi, usia, jenis kelamin, berat dan tinggi badan serta pola makanan anak. Anak-anak yang tinggal di kota lebih banyak terserang hipertensi  dibanding anak-anak yang tinggal di perdesaan.

Dari penelitian tersebut, diperoleh pula suatu kesimpulan bahwa hal itu dikarenakan anak-anak yang tinggal dikota lebih banyak memakan daging di banding sayuran. Memakan daging yang berlebihan tanpa diimbangi dengan sayuran punya potensi besar menimbulkan hipertensi, disamping itu, ditemukannya beberapa anak di perkotaan yang sudah mero**kok dan meminum minuman beral**kohol, sehingga menyebabkan anak-anak kota lebih banyak terserang hipertensi.

Diakui, penyakit hipertensi pada anak sulit di deteksi pada stadium dini. Penderita tidak menunjukkan ciri-ciri fisik seperti halnya pada orang dewa**sa. Kalaupun penderita mengeluh sakit kepala atau pusing-pusing, orang tua umumnya mengira sakit demam. Kalau timbul gejala pusing-pusing, sakit kepala, termasuk penderita kejang atau muntah-muntah, sebaiknya segera di bawa ke dokter, karena barangkali anak Anda terkena hipertensi. tekanan darah pada anak-anak sangat bervariasi karena di pengaruhi faktor usia, jenis kelamin, tinggi badan, dan berat badan. Anak-anak berusia bebaya misalnya, belum tentu standar tekanan darahnya sama, karena dipengaruhi faktor tinggi dan berat badan.

Sebagai orang tua, kita harus cermat dan jeli dalam memperhatikan proses tumbuh-kembang dan kesehatan anak, sehingga apabila timbul gejala-gejala yang tidak biasa dan ada indikasi yang mengarah ke suatu penyakit, kita bisa mengenali dan memeriksakan lebih dini ke dokter.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *