Ini dia Penyebab dan Gejala Stres Pada Anak

anak stresStres merupakan keadaan jiwa yang tidak tenang, tidak nyaman, dam terasa berat memikirkan suatu hal sehingga mengganggu aktifitas keseharian. Stres tidak hanya dialami oleh orang dewasa tetapi juga dialami oleh anak-anak.

Penyebab stres pada anak, antara lain:

  • Makanan yang kurang mengandung nilai gizi yang diperlukan oleh anak bisa menyebabkan anak menjadi mudah lelah dan stres. Demikian halnya dengan makanan cepat saji yang terlalu sering dikomsumsi oleh anak karena mengandung perasa, pewarna, atau pengawet buatan dan banyak mengandung lemak yang tidak diimbangi dengan asupan buah dan sayur.
  • Keadaan kurang tidur yang disebabkan oleh asyiknya anak bermain atau sakit yang dialami membuat anak mudah stres.
  • Kurang nyamannya keadaan rumah dan kondisi keluarga, misalnya orangtua suka bertengkar, saudara-saudara yang terlalu suka memerintah, dan berbagai kericuhan rumah tangga lainnya juga ikut memicu anak mudah stres.
  • Pola asuh orangtua yang kurang bisa diterima oleh anak, misalnya terlalu otoriter atau terlalu membiarkan sehingga anak merasa kurang kasih sayang.
  • Orangtua yang terlalu menuntut si anak untuk dapat mencapai prestasi tertentu atau berperilaku yang sulit untuk dilakukannya.
  • Teman-teman yang tidak bisa menerima perbedaan dan keadaan si anak sehingga merasa dikucilkan atau di-bully.

Gejala-gejala Stres pada Anak

  • Anak nampak gelisah, lesu, dan tidak bahagia.
  • Sakit perut
  • Pusing dan disertai demam meskipun tidak sedang sakit apapun.
  • Tidak bisa tidur dengan nyenyak, sering mengigau.
  • Sering menangis dan rewel.
  • Tidak mau berangkat ke sekolah.
  • Sering merasa ketakutan sendiri.
  • Sering melamun.
  • Bertindak merusak.

Penanganan Stres pada Anak

  • Jangan biarkan anak terkungkung dalam stres sehingga mengganggu tumbuh kembang mereka. Orangtua perlu menciptakan suasana nyaman dan melakukan beberapa hal berikut.
  • Hadapilah anak dengan penuh sayang, tidak perlu panik terlalu berlebihan karena justru akan membuat kondisi anak kurang stabil.
  • Tinjau kembali pola asuh Anda, buatlah komitmen dengan anak apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya. Jangans egan memberi pujian dan hadiah apabila anak telah berubah lebih baik. Hadiah bukan hanya berupa tetapi juga bisa waktu bersama dan kasih sayang dari orangtua.
  • Hentikan tuntutan berlebihan sehubungan dengan prestasi kepada anak, jika memeang mereka kurang mampu melakukannya.
  • Ciptakan komunikasi dua arah yang saling terbuka dan menyayangi. Ciptakan keadaan keluarga yang harmonis, tanpa amarah, dan tanpa bentakan.
  • Berikan kebebasan bagi anak untuk berkreasi dan biasakan dia untuk mandiri.
  • Siapkan makanan sehat yang cukup nutrisi dan nilai gizinya sesuai usia anak.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *