Jenis-jenis Bronkitis yang Perlu di ketahui

Beranda SehatBronkitis memang cukup banyak di jumpai pada masyarakat. Biasanya anggota masyarakat tidak sadar dengan adanya bronkitis ini. Umumnya mereka baru mulai sadar setelah mengalami sesak napas. Hal ini dapat menyebabkan penyempitan saluran napas ( bronkus). Bila hal itu sampai terjadi, maka sangatlah berbahaya. Karena bronkitis sifatnya menetap, maka bila sampai terjadi penyempitan saluran napas, maka saluran napas tersebut sulit melebar kembali.

Ada tiga cara bahan pencemar masuk kedalam tubuh, yaitu dengan cara dihirup ( inhalasi), masuk melalui lambung ( ingesti), dan masuk melalui kulit ( penetrasi ). Cara inhalasi merupakan cara yang harus diwaspadai karena biasanya paru adalah organ pertama yang langsung terkena akibatnya.

Bahan oksidasi seperti ozon ( O3 ) dan peroksi asetil nitral dapat menyebabkan radang ( iritasi ) pada selaput lendir ( mukosa ) bronkus. Nitrogen Oksida ( NO) dan sulfur dioksida ( SO2 ) dapat meningkatkan terjadinya penyakit paru kronis, seperti asma bronkitis.

Macam-macam bronkistis

Bronkitis Akut

Bronkitis akut aling sering dijumpai dan sewaktu-waktu orang bisa terkena. Biasanya penyebabnya adalah virus. Kadang-kadang flu bisa disertai bronkitis akut. Pada bronkitis ini jarang terjadi permasalahan yang serius. Oleh karena itu, tanpa pengobatan pun bisa sembuh dan membaik dengan sendirinya.

Gejala umum yang sering dijumpai adalah adanya batuk. Mula-mula batuk kering, baru setelah 1-2 hari disusul dengan dahak. Pada anak yang lebih besar disertai dengan sakit dada.

Bronkitis Kronis

Bronkitis kronis sering dihubungkan dengan kebiasaan mero*kok. Jika orang merokok sering batuk-batuk, sebetulnya itu bukan batuk-ro*kok, melainkan bronkitis kronis. Ada beberapa tingkatan dari bronkitis kronis ini, yakni.

Bronkitis kronis ringan, gejalanya berupa batuk-batuk saja disertai lendir, dapat berlangsung seumur hidup tanpa menyebabkan gangguan pada kehidupannya.

Bronkitis kronis agak berat, seperti bronkitis ringan dan disertai dengan sesak napas.

Bronkitis kronis berat,  menyerupai bronkitis kronis agak berat, akan tetapi sesak napas yang dirasakan berat sekali, sehingga sampai mengganggu jantung.

Sebagai infeksi pada saluran napas bagian bawah, bronkitis pada anak dapat merupakan bagian dari banyak penyakit pernapasan lainnya. Namun dapat juga sebagai penyakit tersendiri. Memang bronkitis dapat menyerang dari anak-anak kecil sampai yang besar, yang biasanya didahului oleh penyakit saluran napas bagian atas seperti campak ( morbilli ), batuk rejan ( pertusis ), dan tifus.
Keturunan

Penyakit bronkitis sebenarnya tidak terlalu banyak berhubungan dengan keturunan. Penyakit ini dalam dunia kedokteran disebut dengan penyakit yang bisa dicegah dan biasanya disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri. Selanjutnya bila penderita tersebut dapat merubah perliakunya, maka bronkitis itu akan sembuh. Sedang faktor keturunan hanya sedikit sekali berpengaruh terhadap bronkitis.

Memang dari enzim ada kelainan, akan tetapi jumlahnya sangat kecil. Di Indonesia dari hasil penyelidikan dapat dikatakan hampir tidak ada.

Penanggulangan Bronkitis

Pada bronkitis akut, si pasien di anjurkan untuk istirahat selama ada demam dan beri obat anti panas. Obat penekan batuk tidak boleh diberikan pada batuk yang berdahak. Jangan terlalu banyak menggunakan obat-obatan. Jika setelah dua minggu batuk masih ada, kemungkinannya ada infeksi sekunder. Maka perlu diberikan Antibiotoka.

Bronkitis kronis, penanganannya agak kompleks, dalam arti apakah bronkitis kronis tidak mengganggu fungsi paru. Atau sudah mulai mengganggu fungsi paru, selanjutnya seberapa jauh mengganggu fungsi paru tersebut. Makin berat mengganggu fungsi paru, makin banyak kita melakukan intervensi pengobatan.

Pada bronkitis kronis ini, penggunaan ekspektoran tidak banyak menolong pada bayi dan anak kecil. Hanya yang penting perawatan fisik dan mental psikis saja.

Memang, bila bronkitis sifatnya ringan, tidak akan mengganggu fungsi paru. Hanya saja penyebabnya dihilangkan, misalnya, bila si pasien merokok, maka ia harus berhenti mero*kok. Selanjutnya tanpa pengobatan pun, bronkitis akan berhenti dengan sendirinya. Jika bronkitis disebabkan oleh polusi pabrik, maka pindah dari lokasi pabrik itu merupakan cara terbaik.

Deteksi dini perlu untuk mencegah adanya bronkitis. Tapi sayang sekali kelainan ini tidak bisa di deteksi dengan rontgen. Karena pada penderita batuk, hasil foto rontgennya pasti baik dan menganggap dirinya bebas dari bronkitis. Satu-satunya cara untuk deteksi dini pada bronkitis adalah dengan uji faal paru. Alatnya adalah spirometri, alat ini dapat melakukan deteksi dini jauh sebelum kelihatan penyakitnya.