Jurus Jitu Mengatur Keuangan Keluarga Muda Agar Tua Bahagia

Bagi mereka yang sudah memutuskan untuk menikah di usia muda ternyata tidak semuanya siap dalam segala hal. Seperti salah satunya mengenai finansial, beberapa pasangan masih mengalami naik turunnya keuangan. Tidak menjadi masalah sebenarnya, apalagi jika Anda sudah paham seperti apa cara mengatur keuangan keluarga muda supaya tidak timbul masalah. Tetapi kadangkala, Ketidaksiapan hal tersebut menjadikan tantangan tersendiri. Jika tidak bisa melewati tentu akan menjadi masalah yang berakibat besar. Bagaimana, sudah siap seperti apa cara mengatur finansial yang tepat?

Tidak sedikit pasangan muda yang akhirnya mempunyai hubungan kurang harmonis akibat masalah keuangan. Bahkan ada yang harus menelan kekecewaan perceraian dalam hubungan akibat faktor ekonomi tersebut. Dampaknya memang cukup berat, tetapi tidak sedikit pula yang berhasil melewati semua tantangan tersebut pada tahun-tahun awal menikah. Jika sudah seperti itu pasti akan lebih mudah lagi untuk melakukan pengaturan pada tahun berikutnya ketika mengalami peningkatan kebutuhan dalam rumah tangga. Seperti saat hamil, melahirkan sampai dengan biaya pendidikan.

Dari awal Anda dan pasangan harus menyadari seperti apa kekeliruan dalam mengatur keuangan diawal pernikahan supaya kedepan tidak menimbulkan masalah yang serius dan berakhir pisah. Misalnya saja ketika awal menikah Anda belum memiliki tempat tinggal tetap, Anda dan pasangan berkomitmen untuk membeli rumah dengan pengelolaan uang secara tepat. Tetapi hal itu tidak akan terjadi ketika pengelolaan tidak dilakukan dengan baik. Untuk membantu Anda dalam hal tersebut, simak jurus mengatur financial berikut ini:

1. Hitung pemasukan dan pengeluaran.

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memperhitungkan berapa pemasukan yang bisa didapatkan setiap bulan dan berapa pengeluaran yang harus dikeluarkan. Pemasukan sendiri bisa dari keduanya atau memang keluarga Anda single income bisa dilihat. Setelah itu rincian dari pengeluaran pokok apa saja, lakukan perhitungan secara tepat dan terperinci.

2. Mencari tambahan atau mengurangi anggaran.

Setelah Anda berhasil memperhitungkan pemasukan dan pengeluaran seperti diatas, saatnya untuk mencari tambahan atau mengurangi anggaran. Hal itu tentu saja terkait dengan hasil perhitungan, analisa dan lihat seperti apa. Jika memang tidak ada uang tersisa ada dua pilihan yang harus Anda lakukan.

3. Mulai merencanakan keuangan.

Jangan berfikir ketika masih awal pernikahan tidak ada kebutuhan mendesak Anda berleha-leha saja. Hal buruk akan memberikan dampak buruk pula, makanya sedari dini mulai rencanakan keuangan dengan target apa yang harus ditempat dengan pasangan. Pastikan hal ini dilakukan satu persatu setelah terealisasi.

4. Sisihkan dana cadangan.

Selain dari perencanaan keuangan, Anda tetap harus menyimpan uang cadangan untuk kebutuhan kecil atau besar secara mendesak. Misalnya saja ketika mengalami kecelakaan, orang tua sakit, pasangan sakit dan beberapa masalah lain. Ini bersifat fleksibel, ketika tidak digunakan tetap Anda bisa alokasikan untuk kebutuhan lain seperti investasi atau tabungan.

Mengatur keuangan dalam rumah tangga itu bisa dikatakan gampang-gampang susah, dimana Anda harus siap dengan kebutuhan yang sangat berbeda ketika masih lajang. Mungkin hal itu tidak begitu dirasakan ketika masih dalam tahap keuangan keluarga muda atau awal pernikahan. Tetapi jangan jadikan itu sebagai waktu untuk berleha-leha, karena kedepan akan semakin banyak kebutuhan yang menanti Anda. Biasakan hidup sederhana sejak awal pernikahan untuk mendapatkan kebahagiaan dihari tua Anda, jangan sebaliknya. Berita target umur berapa Anda harus mempunyai ini itu dan umur berapa harus beristirahat menikmati hari tua.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This