Kapan Buah Hati Memerlukan Vitamin?

Kapan Buah Hati Memerlukan Vitamin? Sudah menjadi hal wajar jika orang tua khususnya para ibu menanyakan hal tersebut. Namun sebaiknya para ibu tidak perlu terlalu memikirkan hal tersebut. Apalagi jika masih balita atau masih menyusui. Kemudian bayi tersebut rutin memperoleh Air Susu Ibu (ASI). ASI si ibu juga lancar dan diberikan juga secara eksklusif, selain itu buah hati juga memperoleh Makanan Pendamping ASI (MPASI) misalnya hati ayam setidaknya tiga kali dalam seminggu ketika sudah berusia 6 bulan maka bayi tersebut sebenarnya tidak memerlukan suplemen makanan atau vitamin.

Hal ini disampaikan dokter spesialis anak, Dr. Marissa T S Pudjiadi, Sp.A seperti yang dikutip tempo.co. Lebih lanjut Marissa  menuturkan ibu bisa mempertimbangkan pemberikan suplemen atau vitamin ketika buah hati tidak memperoleh asupan ASI eksklusif atau memperoleh asupan ASI eksklusif namun saat diberikan MPASI cenderung kurang lancar. Misalnya bayi susah makan, hanya makanan tertentu saja, cenderung hanya suka mengonsumsi susu, bayi juga sering sakit. Jika memang akan diberikan suplemen vitamin sebaiknya yang memiliki kandungan tinggi zat besi.

Bagaimana jika anak sudah beranjak besar? kapan sebaiknya diberikan vitamin? Dalam penjelasannya ketika anak sudah semakin besar, kemudian tidak ada masalah dengan kebiasaan makan, selalu makan sayuran dan buah dalam jumlah yang cukup setiap harinya, tidak pilih-pilih makanan, maka anak tersebut tidak memerlukan tambahan vitamin. Namun jika anak tersebut cenderung susah makan, hanya suka makanan tertentu saja setiap harinya, apalagi anak juga cenderung pertumbuhannya kurang baik maka bisa diberikan vitamin. Seorang ibu sebaiknya memperhatikan bagaimana perkembangan buah hati apalagi jika tidak sama dengan usia anak sebayanya. Dengan demikian bisa segera bisa diberikan suplemen atau makanan tambahan yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak tersebut.

Ada baiknya para ibu juga memperhatikan hal-hal berikut untuk pemenuhan gizi buah hatinya, yaitu :

1. Ketika memiliki anak usia di atas satu tahun maka perlu memperhatikan pola makan harus rutin tiga kali dalam sehari dan pemberian snack salah satunya konsumsi buah. Pemberian susu setidaknya 500 ml setiap harinya hal ini berarti setara dengan dua gelas setiap hari.

2. Jika memiliki anak perempuan remaja, perlu memperhatikan asupan kalsiumnya. Karena pembentukan tulang pada saat anak belum mencapai pubertas saat penting. Pemberian susu satu hingga dua gelas setiap harinya sudah membantu pemenuhan asupan kalsium sehingga tidak perlu tambahan suplemen kalsium. Kecuali jika memang anak tidak suka susu maupun berbagai makanan sumber kalsium lainnya.

3. Madu memang sangat baik namun sebaiknya tidak diberikan pada anak usia di bawah dua tahun hal ini dikhawatirkan anak tersebut rentan adanya kuman Clostridium botulinum yang biasanya terdapat pada madu yang kadang tertinggal pada madu. Jika anak sudah berusia lebih dari dua tahun, Anda bisa memberikan madu secara rutin baik secara langsung maupun dicampur dengan makanan atau minuman.

Bagaimana? Apakah Anda masih bertanya-tanya Kapan Buah Hati Memerlukan Vitamin? Setelah mengetahui informasi tersebut, semoga Anda lebih memperhatikan asupan makanan dan minuman terutama sayur dan buah untuk buah hati setiap harinya. Bukankah sumber vitamin yang paling aman adalan buah dan sayur? Tetapi Andalah yang menentukannya.