Kenali 8 Faktor Yang Dapat Memengaruhi Kualitas Tidur Anda

Berandasehat.comIstirahat dan tidur mutlak dibutuhkan oleh setiap orang untuk dapat menjaga status kesehatan pada tingkat yang optimal. Orang yang sakit membutuhkan banyak istirahat dan tidur agar dapat memperbaiki kerusakan sel. Selain itu, orang yang kelelahan juga membutuhkan istirahat dan tidur untuk memulihkan kondisi tubuh.

Istirahat merupakan keadaan rileks dan tenang tanpa ada tekanan emosional. Jadi, istirahat tidak sealu berarti berbaring ditempat tidur dan tidak melakukan aktivitas apa pun. Berjalan-jalan di taman, membaca buku, atau melakukan berbagai kegemaran lain dapat juga disebut sebagai istirahat.

Tidur dapat dikatakan sebagai kondisi ketika seseorang tidak sadar, tetapi dapat dibangunkan oleh stimulus atau sensoris yang sesuai. Kondisi ini ditandai dengan aktivitas fisik yang minim, tingkat kesadaran bervariasi, terjadi perubahan proses fisiologis, dan terjadi penurunan respons terhadap stimulus eksternal.

Tidur diyakini dapat memulihkan atau mengistirahatkan fisik setelah seharian beraktivitas. Tidur juga dapat diyakini dapat mengurangi stres dan menjaga keseimbangan mental serta emosional, serta meningkatkan kemampuan dan konsentrasi saat melakukan berbagai aktivitas.

Namun, tahukah Anda ? Beberapa faktor yang dapat memengaruhi kuantitas dan kualitas tidur seseorang, dapat dilihat berikut ini

Penyakit

Banyak penyakit dapat meningkatkan kebutuhan tidur, misalnya penyakit yang disebabkan oleh infeksi, terutama infeksi limpa. Infeksi limpa berkaitan dengan keletihan sehingga penderitanya membutuhkan lebih banyak waktu tidur untuk mengatasi keletihan tersebut. sebagian penyakit juga menyebabkan penderita kesulitan untuk tidur, misalnya penyakit yang menyebabkan nyeri atau distres fisik.

Kelelahan

Kelelahan dapat memengaruhi pola tidur seseorang. Kelelahan akibat aktivitas yang berlebihan umumnya memerlukan lebih banyak tidur untuk memulihkan kondisi tubuh. Makin lelah seseorang, makin pendek siklus REM yang dilaluinya. Setelah beristirahat, biasanya siklus REM akan kembali memanjang.

Lingkungan

Ada atau tidak adanya stimulus tertentu dari lingkungan dapat menghambat upaya tidur, contohnya suhu yang tidak nyaman, ventilasi yang buruk, atau suara-suara tertentu. Stimulus tersebut dapat memperlambat proses tidur. Namun, seiring waktu individu dapat beradaptasi terhadap kondisi tersebut sehingga tidak lagi terpengaruh.

Stres Psikologis

Stres psikologis yang terjadi pada seseorang dapat menyebabkan ansietas atau ketegangan dan depresi. Akibatnya, pola tidur dapat terganggu. Ansietas dan depresi dapat meningkatkan kadar norepinefrin pada darah melalui stimulasi sistem saraf simpatis. Akibatnya, terjadi pengurangan siklus tidur REM tahap IV dan Tidur REM serta seringnya terjaga pada saat tidur.

Gaya Hidup

Rutinitas seseorang dapat memengaruhi pola tidur. Contohnya individu yang sering berganti jam kerja harus mengatur aktivitasnya agar bisa tidur pada waktu yang tepat.

Motivasi

Motivasi dapat mendorong seseorang untuk tidur sehingga memengaruhi proses tidur, misalnya seseorang ingin tidur lebih cepat agar keesokan harinya tidak terlambat ke bandara. Selain itu, motivasi juga dapat mendorong seseorang untuk tidak tidur. Keinginan ia untuk terjaga dapat menutupi rasa lelahnya, misalnya seseorang yang ingin menonton siaran olahraga yang ditayangkan pada dini hari akan tetap terjaga agar dapat menonton siaran tersebut.

Stimulan, Alko*hol dan Obat-obatan

Contoh stimulan yang paling umum ditemukan adalah kafein dan niko*tin. Kafein dapat menstimulus sistem saraf pusat sehingga menyebabkan kesulitan untuk tidur. Kafein dapat ditemukan pada beberapa minuman, contohnya kopi dan teh. Niko*tin yang terdapat dalam ro*kok dapat menstimulasi tubuh sehingga pero*kok biasanya sulit untuk tidur dan mudah terbangun pada malam hari. Komsumsi alko*hol yang berlebihan dapat menganggu siklus tidur REM. Golongan obat diuretik dapat menyebabkan insomnia. Golongan antidepresan dapat menyebabkan kesulitan tidur. Golongan beta-blocker dapat menyebabkan insomnia dan mimpi buruk. Dan masih banyak golongan obat lainnya yang dapat memengaruhi pola tidur seseorang.

Diet dan Nutrisi

Asupan nutrisi yang adekuat dapat mempercepat proses tidur ( baca juga : Tahukah Anda Faktor Yang Dapat Memengaruhi Asupan Nutrisi Seseorang ), misalnya asupan protein. Asupan protein yang tinggi da[at mempercepat proses tidur karena adanya triptofan (asam amino) hasil pencernaan protein yang dapat mempermudah proses tidur.

Nah, jika Anda ingin tetap menjaga kuantitas dan kualitas tidur Anda agar tetap normal, sebaiknya Anda perhatikan 8 faktor yang telah dijelaskan diatas.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *