Makanan Untuk Kesehatan Gigi Balita

Beranda Sehat – Kesehatan gigi balita sangat erat hubungannya dengan jenis makanan yang dikomsumsi setiap hari. Seringkali orang tua tak lagi memperhatikan menu makanan yang diberikan bagi anak balitanya. Mereka lebih mengutamakan porsi makanan anaknya, karena biasanya anak sulit makan. Bahkan tak jarang orangtua tak keberatan anaknya banyak ngemil ( makan makanan kecil atau jajanan ). Memberi makanan kecil atau jajanan kepada anak balita tak ada salahnya, asalkan jajanan itu tetap mengandung gizi dan kalori sesuai dengan kebutuhan si anak.

Kita sering menumpai jajanan untuk anak-anak justru manis-manis atau asin sekali. Ini akan membuat anak merasa kenyang, padahal kebutuhan gizinya kurang. Makanan manis yang kerap di komsumsi anak umumnya terdiri atas tepung dan gula, seperti cokelat, es krim, dan permen. Sedang makanan asin umumnya banyak mengandung karbohidrat yang lengket di gigi. Jajanan manis boleh saja, asal dibatasi jumlahnya dan setelah itu anak harus menggosok giginya. Sedang jajanan yang terlalu asin bisa mengurangi na**fsu makan anak, karena anak jadi banyak minum.

Pemberian makanan ataupun jajanan pada anak sebaiknya tetap mengandung sumber tenaga, zat pembangun, dan zat pengatur. Bahan makanan sumber tenaga antara lain beras, kentang, roti, dan mie. Bahan makanan sumber zat pembangun, misalnya ikan, daging, ayam, susu, dan kacang-kacangan. Bahan makanan ini diperlukan balita untuk membentuk bagian tubuhnya seperti tulang, otot, dan gigi.
Bahan makanan sumber zat pengatur antara lain, sayuran berwarna hijau tua ( sejenis bayam, kangkung, daun singkong ), sayuran berwarna kuning jingga ( wortel, tomat ), dan buah berwarna kuning jingga ( pepaya, mangga, pisang ).

Mengenai takaran yang dibutuhkan anak dalam sehari untuk sumber zat tenaga sekitar 3-4 piring ( segelas nasi atau penggantinya ), zat pembangun 4-5 porsi lauk ( 50 gram ), dan untuk zat pengatur 2-3 porsi sayuran dan buah. Untuk balita, pemberian susu dianjurkan dua kali sehari, pagi dan malam. Sedang satu porsi lauk dianjurkan bisa diperoleh dari bahan hewani.

Untuk anak di bawah usia satu tahun; ketika giginya mulai tumbuh, sebaiknya diberi biskuit yang bisa membantu menguatkan giginya. Sedang anak yang berusia di atas satu tahun, bisa di beri buah berserat, seperti apel atau jambu untuk melatih gigi makan makanan lebih keras. Buah-buahan itu sekaligus berfungsi membersihkan gigi setelah makan makanan manis.

Ada kebiasaan anak yang sebenarnya dimulai sejak bayi, tapi tidak terlalu diperhatikan oleh orang tua, yaitu kebiasaan mengisap-isap jari atau dot. Kebiasaan ini kurang baik bagi perkembangan rahang dan gigi anak karena rahang atas depan akan berkembang sesuai bentuk ibu jari atau dot. Akibatnya, gigi-geligi depan akan menyesuaikan susunan dengan bentuk rahang. Kebiasaan tersebut, selain bisa bisa membuat anak tonggos, juga bisa mengganggu fungsi gigi depan untuk menggigit dan berbicara. Kalau kebiasaan tersebut bisa berhenti sebelum anak berusia 5 tahun, susunan gigi atau bentuk rahang bisa normal kembali. Tetapi bila berlanjut sampai anak berusia lebih dari 6 tahun, susunan gigi dan bentuk rahangnya tetap seperti bentuk dot dan jari. Kebiasaan ini bisa di kurangi, dengan memberi kegiatan yang menarik bagi anak, dengan demikian anak lupa akan kebiasaannya tersebut.

Mengenai pertumbuhan gigi pada balita, sebenarnya dipengaruhi pula oleh nutrisi yang dimakan ibunya ketika hamil. Elemen makanan yang diperlukan untuk memperkuat gigi antara lain zat kapur, fosfor ( terdapat pada susu, keju ), Vitamin D, Vitamin C, dan beberapa jenis Vitamin B. Pada usia kehamilan sekitar 4-6 minggu, tunas gigi sulung balita mulai terbentuk.

Normalnya, gigi sulung mulai tampak di rongga mulut saat bayi berusia 6-24 bulan. Gigi sulung ini lengkap berjumlah 20 buah, ketika anak berusia 36 bulan. Pada saat gigi akan tumbuh, mungkin bayi rewel. Tindakan yang bisa dilakukan orangtua antara lain memberi anak sebotol susu atau mainan karet yang tumpul. Untuk menjaga kebersihan mulutnya, orangtua bisa membersihkan gusi bayi dengan kapas yang dibasahi air hangat.

Penyebab kerusakan gigi pada balita umumnya adalah susu atau cairan manis dari botol dot. Makanan bergula harus dihindari karena lengket pada gigi dan dapat menjadi tempat hidup organisme yang dapat mengakibatkan kebusukan gigi.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *