Manfaat Sarapan Pagi bagi Si Kecil

Beranda Sehat – Menurut penelitian para ahli, saat bangun tidur kadar gula darah sudah rendah. Persediaannya hanya cukup sekitar dua jam lagi. Padahal, gula darah merupakan sumber tenaga atau energi bagi tubuh.

Anak-anak yang berada pada tahap tumbuh kembang, bila energi yang masuk ke dalam tubuh kurang maka mempengaruhi proses tumbuh kembangnya anak tersebut. Bila tidak sarapan pagi, bukan hanya energi saja yang kurang tetapi juga zat gizi lainnya. Jika hal ini terjadi berlarut-larut dan sampai merupakan kebiasaan, dengan sendirinya pertumbuhan anak pun mungkin akan terganggu. Hasil penelitian menunjukkan, anak-anak sekolah yang tidak sarapan pagi ternyata daya tangkapnya terhadap pelajarannya tidak sebaik mereka yang melakukan sarapan pagi.

Faktor Penghalang Sarapan Pagi

Sarapan pagi bagi anak sebenarnya sudah harus dirintis sejak bayi. Kebiasaan baik ini harus diteruskan dan jangan diubah. Banyak faktor anak tidak sarapan bayi, antara lain karena terburu-buru mau berangkat ke sekolah sehingga tidak sempat menyantap hidangan sarapan pagi yang sudah tersedia, tidak ada selera makan. Apabila anak tidak sarapan pagi karena tidak selera makan, orang tua perlu waspada apakah penyebabnya penyakit atau yang lainnya.

Bila selera makan tidak ada karena sakit, segeralah di bawa ke dokter agar anak kembali sehat. Jika sudah sembuh dari sakitnya, dengan sendirinya selera makanpun akan segera pulih kembali. Bila selera makan tidak ada karena terlalu banyak makan pada saat berangkat tidur malam, kurangilah porsi makan malamnya dan usahakan agar anak tidur dengan perut tidak terlalu kenyang.

Memenuhi Kebutuhan Gizi

Energi yang diharapkan dari sarapan pagi dianjurkan memenuhi kebutuhan sekitar 20-25% dari keseluruhan kebutuhan energi tubuh per hari, atau berkisar antara 200 sampai 300 kalori.
Bukan makanan untuk sarapan pagi perlu diperhatikan kelengkapan zat gizinya, terutama karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat.

Karbohidrat sangat penting karena zat ini merupakan sumber utama gula darah. Setelah karbohidrat dicerna tubuh, dengan cepat kadar gula darah naik, tetapi tidak tahan lama ( hanya bertahan sekitar dua jam ). Oleh karena itulah, bila bahan sarapan pagi itu hanya terdiri atas karbohidrat saja, anak akan cepat merasa lapar.
Lain halnya dengan bahan makanan yang banyak mengandung protein, karena hanya sekitar 50% saja protein yang diubah menjadi gula arah. Protein menjadi gula darah melalui proses yang lebih kompleks dan membutuhkan waktu yang lebih lama. Gula darah yang berasal dari protein bisa bertahan lebih lama yakni sekitar 4 jam. Itulah sebabnya, bahan sarapan pagi perlu dilengkapi dengan protein yang cukup.

Lemak juga penting, selain sebagai sumber energi juga merupakan sumber asam-asam lemak esensial, yakni : linoleat, linolenat, dan arakidonat. Asam-asam lemak essensial sangat diperlukan untuk pertumbuhan anak. Lemak nabati pada umumnya lebih banyak mengandung asam lemak esensial dari pada lemak hewan, kecuali yang berasal dari kelapa. Yang sangat baik di pakai untuk membuat hidangan sarapan pagi antara lain minyak jagung, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari.

Walaupun dalam proses metabolisme lemak di dalam tubuh hanya sedikit sekali yang dapat menjadi gula darah, tetapi lemak ini sangat penting perannya dalam memberikan rasa pada makanan.
Vitamin dan mineral sangat penting untuk membantu kelangsungan pertumbuhan anak. Oleh karena itu, jangan lupa memberikan buah-buahan atau sayur-sayuran. Pilihlah bahan makanan sarapan pagi yang tepat sesuai dengan selera anak, dengan pertimbangan menitikberatkan pada kualitas pemenuhan gizi seimbang ketimbang pada kuantitas yang hanya mengenyangkan perut.

Menu Sarapan Pagi yang Bervariasi

Perkenalkanlah variasi menu sarapan pagi sedini mungkin agar tidak membosankan dan untuk mendidik anak menyesuaikan diri dengans egala menu makanan yang disediakan. Dengan demikian, kelak sesudah besar mudah menyesuaikan diri pada menu makanan pokok di negara lain.
Dengan memberikan variasi menu sarapan pagi, dan memilih bahan makanan sesuai dengan gizi seimbang, diharapkan anak akan lebih berselera untuk menyantap hidangan tersebut. Dengan demikian, kekuragan gizi akibat tidak sarapan pagi bisa di cegah, dan prestasi belajarnya pun dapat ditingkatkan.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *