Membangun Suasana Diklat yang menyenangkan 5/5 (1)

Membangun Suasana diklat Pendidikan dan Pelatihan (diklat) ialah upaya guna mengembangkan keterampilan intelektual dan jati diri manusia. Penggunaan istilah diklat dalam sebuah institusi atau organisasi seringkali disatukan menjadi diklat. Dalam rangka menjangkau tujuan diklat, maka diperlukan sekian banyak  upaya untuk membuat suasana diklat yang mengasyikkan dalam proses pembelajaran. Dalam urusan ini terdapat sekian banyak  faktor sebagai hal pendukung dan hal penghambat untuk membuat suasana diklat yang mengasyikkan tersebut. baca juga :Info Bimtek Pusdiklat Pemendagri Terbaik & Terbaru Untuk Anda

info bimtek pusdiklat pemendagri

Proses pembelajaran ialah menciptakan suasana mengasyikkan dan menyajikan yang menarik supaya peserta bergairah menerima dan meresponnya. Implikasi teori psikologi diklat itu dalam proses pembelajaran ialah menciptakan keadaan diklat yang menyenangkan supaya peserta bergairah mengekor seluruh program diklat yang sudah direncanakan.Pendapat para berpengalaman psikologi edukasi tersbut menjadi landasan untuk para pelatih dalam merancang dan melakukan pekerjaan mendidik, mengajar, melatih, pun membimbing peserta diklat.

Hakikat Pendidikan dan Pelatihan

Pelatihan pun sesungguhnya adalahsalah satu format pembinaan ketenagaan yang dikenal sebagai pembinaan fungsional yang dilaksanakan oleh balai diklat disamping pembinaan melekat oleh atasan langsung (Malik, Oemar, 2000).Diklat dapat di anggap sebagai salah satu format investasi.Oleh karena tersebut setiap organisasi atau instansi yang hendak berkembang, maka diklat untuk karyawannya mesti mendapat  perhatian yang besar.Memperhatikan pentingnya pelatihan dalam pengembangan sumberdaya insan selaku penggerak dari sebuah organisasi, maka komponen-komponen yang tercakup dalam proses pelatihan mesti diacuhkan dengan seksama.

Diklat ialah suatu proses yang bakal menghasilkan suatu evolusi perilaku sasaran diklat.Secara konkrit evolusi perilaku tersebut berbentuk peningkatan keterampilan dari sasaran diklat. Kemampuan ini mencakup keterampilan kognitif, afektif maupun psikomotor.

artikel lainnya : Peran Fungsi Diklat dan Bimtek dalam Meningkatkan Kompetensi SDM

Telah diajukan sebelumnya, komponen yang mencantol pelatihan yakni Kurikulum, Metode Pelatihan, Pelatih, Sarana prasarana yang keseluruhannya saling bersangkutan.Dalam proses pelatihan, disamping kurikulum maka cara pelatihan turut memegang peranan penting. Bagaimanapun pandainya seorang pelatih dalam usahanya guna mengajarkan pengetahuan, sikap dan keterampilan, tidak terlepas dari cara pelatihan yang digunakan.Metode pelatihan yang dipakai oleh pelatihnya bakal mempermudah proses belajar dan mengajar.

Suasana Diklat yang Menyenangkan

Metode pelatihan ialah cara-cara dan kiat komunikasi yang dipakai oleh pelatih dalam menyajikan dan mengemban proses pembelajaran, sementara media pelatihan ialah berbagai perangkat dan kiat komunikasi sebagai perangkat dalam proses pembelajaran, baik oleh pelatih maupun peserta.Metodologi pelatihan mesti dilandasi oleh konsep dan prinsip-prinsip belajar-mengajar, sebab pada dasarnya pelatihan ialah memberikan fasilitas kepada peserta pelajaran untuk melakukan pekerjaan belajar secara aktif.Dengan teknik belajar ini, peserta berjuang merumuskan masalah, menggali data dan memecahkan masalah sendiri.Dalam pembelajaran orang dewasa cara yang dipakai dan dikembangkan ialah metode Andragogi.

Suasana Diklat yang menyenangkan ialah suatu suasana yang dikondisikan untuk menciptakan peserta diklat senang menerima dan merespon latihan atau mengerjakan serangkaian empiris belajar yang sudah dirancang untuk menjangkau kompetensi yang diperlukan dalam kehidupan nyata.Jadi faedah pendidikan ialah menciptakan keadaan Diklat yang menyenangkan, yang menciptakan peserta bergairah mengembangkan daya yang dimiliki. Implementasinya pembelajaran bukan mengajarkan pengetahuan, tetapi menciptakan keadaan yang menciptakan peserta senang menerima dan mengekor seluruh susunan program Diklat yang sudah dirancang atau dipersiapkan untuk menjangkau kompetensi yang diperlukan dalam dunia kerja.

Dengan demikian seorang pelatih dituntut lebih kreatif supaya dapat membuat pengalaman belajar yang cocok dengan tuntutan masyarakat. Berkenaan dengan urusan ini Soekidjo (1998) mengemukakan sejumlah hal yang perlu diacuhkan oleh pelatih yakni sebagai berikut:

a. Educational Change Agent

Pelatih adalahalat dalam sebuah perubahan melewati pendidikan, yang senantiasa berjuang menolong peserta didik guna berubah, dengan teknik mendorong dan menunjukkan peserta didik dalam menjangkau tujuan belajar.

b.The Learner

Semakin pelatih mengenal trainee sasaran didiknya, maka proses belajar melatih semakin baik. Trainee dalam urusan ini ialah orang dewasa, dan terdapat 4 hal yang perlu diacuhkan dari mereka, yaitu: hal psikologis, hal fisiologis, hal sosial kebiasaan dan hal psiko-sosial.

C. Metodologj

Pelatih mesti memahami macam-macam cara dan bisa menilai cara yang disukai/sesuai. Penentuan cara ini paling tergantung dari empiris pelatih.

d. Multimedia

Penggunaan multimedia lebih efektif dikomparasikan hanyamenggunakan satu media.

e . Evaluation

Evaluasi adalahhal penting dilakukan oleh pelatih, dan dilaksanakan pada ketika proses belajar dan pada akhir proses belajar.

Penerapan Suasana Diklat yang Menyenangkan

Penerapan konsep keadaan yang mengasyikkan diilhami hasil riset Dr. George Lozanop,tahun1970 (dalam JPG, Sianipar dan Suwaris, 2006) menunjukkan bahwa dengan memadukan musik (suasana senang) dengan sugesti dan permainan memberikan akibat positif terhadap keberhasilan proses pembelajaran.

1. Mengenal Konsep Suasana Diklat yang Menyenangkan

Program dibuka dengan lingkungan fisik, diperindah dengan tanaman, seni dan musik. Tujuan penyelenggaraan sebuah diklat mesti cocok dengan keperluan dalam dunia kerja. Widyaiswara/fasilitator memegang peranutama dalam membuat suasana senang dan dapat memberikan rasa aman, nyaman, senang menerima dan merespon latihan yang diberikan, bergairah mempelajari dan menerapkannya. Dalam urusan ini widyaiswara/fasilitator mesti menciptakan penampilannya, gaya komunikasi dan pelajaran yang disajikannya digemari peserta.

2. Mendobrak Mitos dengan “Rule Breaking”

Ada kritik terhadap konsep belajar menyenangkan, yang mengaku sekolah tersebut tidak gampang dan tidak barangkali pikiran bisa dikonsentrasikan pada pelajaran bila ada gangguan suara nyanyian hura-hura. Pikiran ini usahakan diruntuhkan dengan rule breaking, yaitu keterampilan mendobrak aturan-aturan/kebiasaan yang mapan.Pendidikan ialah institusi evolusi perilaku, dan motor evolusi itu ialah widyaiswara (pendidik/pengajar/pelatih yang inovatif.)

3. Mencairkan Kebisuan Menjadi Keceriaan, Kegembiraan dengan Meruntuhkan Mitos dalam Diklat.

Tugas kesatu widyaiswara ialah mendobrak, meruntuhkan mitos “kebisuan, kesunyian, kekakuan dan kekhawatiran aku tidak bisa”. Mitos tersebut menghantui peserta diklat. Suasana takut, khawatir, tertekan paling menghambat terjadinya proses belajar efektif, mesti diolah menjadi keadaan menyenangkan. Berbagai teknik atau kegiatan yang dapat dipakai untuk mengencerkan suasana, salah satu ialah saling mengenal. Dengan saling mengenal diri dan orang beda dalam kumpulan belajar bisa dirubah keadaan kaku menjadi ssuasana yang mengasyikkan atau keadaan persahabatan yang hangat, sampai-sampai proses pembelajaran dapat dilangsungkan baik.

4. Pengenalan Program Diklat

Untuk menciptakan peserta menyenangi setiap latihan yang disajikan, maka mesti terdapat upaya pengembangan dari keadaan perkenalan yang mengasyikkan menjadi keadaan senang menerima dan merespon masing-masing materi yang disajikan, antara beda sebagai berikut:

  • Mengenal program Diklat secara lengkap
  • Mengenal arti dan destinasi Diklat
  • Mengenal kurikulum secara keseluruhan

Pengalaman widyaiswara yang tidak jarang kali berada di tengah-tengah peserta dan mengaku diri senang, terbuka disuruh berkonsultasi atau memfasilitasi peserta masing-masing ada kesulitan,tidak pernah cemas dan tidak berada dalam keadaan tertekan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Suasana Diklat

1. Faktor- hal yang menyokong suasana diklat yang menyenangkan.

a. Lingkungan non jasmani (faktor kebebasan, hal motivasi, hal psikologis)

b. Lingkungan jasmani (ruang ruang belajar yang nyaman;penataan meja, kursi dan perangkat bantu; penataan tata suara, cahaya dan temperatur; penerangan yang baik)

2. Faktor Penghambat

Adapun faktor-faktor yang bisa menghambat terhadap keadaan diklat yang menyenangkan, antara lain:

a. Kurangnya semangat belajar peserta diklat

b. Faktor individu (rasa tidak cukup percaya diri, perasaan tidak cukup mampu mengekor pelajaran)

c.Faktor lingkungan jasmani (ruangan ruang belajar yang sempit, kurangnya penerangan, temperatur ruangan terlampau panas atau terlampau dingin, bising)

d.  Faktor fasilitator dan pelaksana diklat (kurangnya kompetensi yang mencakup aspek pengetahuan, kemampuan serta sikap dan perilaku fasilitator serta kurangnya profesionalisme pelaksana diklat, seperti tidak cukup ramah, lamban dalam melayani peserta diklat)

3. Norma dan Etika dalam Proses Pembelajaran.

Dalam penyelenggaraan diklat dibutuhkan adanya norma dan etika yang bisa dijadikan pedoman dalam bersikap dan berperilaku dalam proses pembelajaran baik untuk peserta diklat, maupun widyaiswara dan pelaksana diklat. Masih ditemukan dalam proses pembelajaran terdapat tidak sedikit kasus terjadi yang mengindikasikan sikap dan perilaku yang tidak profesional baik untuk peserta diklat, maupun widyaiswara dan pelaksana diklat.Sikap yang tidak semestinya, seperti:

a. Sikap dan perilaku widyaiswara yang tidak cukup menghargai peserta diklat, bahkan terkesan meremehkan.

b. Kurangnya diberi kesempatan bercakap-cakap atau berdiskusi; Adanya komunikasi satu arah dan paparan hal-hal di luar pelajaran pembelajaran yang memberi kesan untuk menguras waktu.

c. Penyelenggara Diklat yang melayani peserta tidak cukup baik, seperti tidak cukup ramah, lamban, pilih kasih dsb.

d. Peserta diklat yang meremehkan widyaiswara.

e. Peserta Diklat yang tidak jujur dalam mengemban tugas-tugas yang diserahkan oleh widyaiswara.                                

sumber : http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-manajemen/1100-membangun-suasana-diklat                                    

Beri Nilai Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *