Memilih Mainan Yang Aman dan Menguntungkan Buat Anak

Beranda Sehat – Bermain merupakan salah satu unsur terpenting dalam siklus kehidupan anak. Kebutuhan anak akan bermain sama pentingnya dengan bebutuhan lainnya, seperti makan dan minum. Bermain tidak hanya menimbulkan rasa senan pada dirinya, tetapi juga sebagai tempat memenuhi kebutuhan anak berkreasi. Karena itu, biarkan ia bebas memilih jenis mainan yang disukainya. Asal sesuai dengan usia, perkembangan kepribadian, serta pola pikirnya.

Dalam hal memilih mainan inilah orang tua perlu tanggap membantu memilih atau mengarahkan anak. Sebab, salah-salah, mainan tersebut justru menimbulkan dampak yang fatal bagi anak. Salah satunya, pola pikir dan perkembangan pribadinya ikut terpengaruh oleh jenis mainan yang diberikan. Mungkin pula mainan itu bisa membahayakan keselamatan anak.

Kebutuhan anak akan mainan tentu berbeda, sesuai usia. Semakin besar anak, mainan harus mampu menstmimulasi anak meningkatkan kemampuannya pula.

Jenis Mainan

Banyaknya mainan yang dijual di pusat perbelanjaan kadang membuat orang tua bingung ketika memilih jenis mainan yang aman bagi anaknya. Tapi yang sudah pasti, hindari mainan yang berasal dari kaleng atau yang bisa pecah.

Keamanan alat permainan secara umum meliputi berbagai hal. Tidak mengandung zat berbahaya, misalnya cat warna yang luntur sehingga dapat tertelan. Begitu juga sesudah menggunakan permainan yang menggunakan baterai, sebaiknya anak cuci tangan. Sepeda atau mobil-mobilan pun sebaiknya disesuaikan dengan ukuran anak seusianya.

Mainan yang aman sudah pasti terbuat dari jenis karet atau besi. Jangan lupa, bentuk mainan harus lebih besar dari mulut anak, agar tidak bisa tertelan. Karena selain masalah warna, seorang anak yang juga tergerak untuk mengamati dan akhirnya mencoba mainan karena bentuknya yang menarik.

Sebagai gambaran mainan apa yang sesuai bagi anak, misalnya sebelum usia 18 bulan, pada usia tersebut anak sudah bisa berjalan, bergerak dengan bebasnya. Maka mainan yang diberikan dapat berupa bola, atau kenalkan ia dengan jenis buah-buahan yang warnanya menarik. Seorang ahli mengatakan, pada usia ini anakpun mulai peka terhadap lingkungannya.

Ada baiknya pula anak diberikan mainan yang berbentuk hewan. Misalnya ayam, bebek, kucing, anjing, dan binatang yang ada di sekitar lingkungan rumah. Ini membantu mengenalkan anak pada lingkungan.

Mainan balok juga menarik minat anak-anak dari tingkatan usia yang berbeda. Mainan balok walaupun harganya relatif murah, memberi kesempatan anak berimajinasi dengan idenya. Mungkin anak berusia dua tahun baru mampu menumpuk-numpuknya, sedang anak usia tiga tahun sudah bisa menyusun berbaris seperti kereta apai. Mainan bongkar pasang, membentuk suatu gambar tertentu misalnya hewan, juga membuat anak berpikir. Maina sejenis ini dapat diberikan pada anak usia prasekolah, mulai usia 2 tahun sampai 5 tahun.

Yang perlu diperhatikan pula, balita mempunyai keterampilan motorik yang harus dikembangkan. Itu sebabnya, ia mulai tertarik melakukan aktivitas yang banyak melibatkan gerak jemari tangan. Selain mainan balok, aneka bentuk lilin atau tanah liat, bahkan apsir mampu membuat anak menciptakan idenya. Pada usia ini biasanya, seorang anak akan bermain sambil bicara. Selain itu di usia ini, anak senang menirukan tingkah laku orang dewasa. Oelh karena itu, orang tua harus tetp waspada mengawasi anak-anaknya.

Mainan Sesuaikan dengan Kebutuhan

Mainan yang terlalu sederhana bagi anak juga menimbulkan problem. Anak menjadi cepat bosan. Sementara mainan yang terlalu sulit dikerjakan akan membuatnya frustasi. Misalnya saja, puzzle dengan pola rumit, sudah tentu belum cocok untuk anak usia satu tahun.

Sedangkan mainan yang memakai roda ditarik dengan benang atau tali, sudah pasti tidak cocok lagi untuk komsumtif anak berusia 3 tahun. karena itu, yang perlu diperhatikan ketika akan memberikan mainan pada anak yaitu minat mereka, suka atau tidak dengan mainan tersebut. Sebagai patokan, orang tua dapat menyesuaikan dengan karakteristik perkembangan usia anak.

Bebaskan untuk Berimajinasi

Ada saat anak ingin atau perlu dibiarkan bermain sendiri. Biarkan anak-anak sibuk deengan konsentrasinya, yang disebut main berkulaitas. Anak yang begitu serius mengikuti satu mainannya menandakan anak tersebut peka terhadap lingkungannya. Penelitian menunjukkan bahwa anak yang cukup bermain, cenderung mudah menyesuaikan diri dalam bergaul, belajar, dan menyelesaikan suatu masalah.

Kebebasan anak untuk berimajinasi dengan mainannya berperan membantunya mengembangkan pola pikirnya, mempercepat kemampuan beradaptasi dunia sekolah. Selain itu si anak pun dapat dengan cepat menerima sesuatu yang masih baru bagi dirinya.

Orang tua hendaknya memiliki perhatian yang besar pada anak-anaknya. Tapi kurang bijaksana pula apabila mainan yang diberikan tidak disukai oleh anak. Alangkah baiknya bila orang tua mengkaji kenginan anak lebih mendalam. Sebab, tidak selamanya gadis kecil kita ingin boneka, bisa saja ia lebih berminat dengan mobil-mobilan. Atau seorang lelaki kecil menolak baju cowboy yang diberikan, ia tertarik mengambil boneka beruang di atas rak toko. Menghadapi permintaan anak yang demikian, orang tua tak perlu risau. Sekali-kali tidak apa-apa, untuk mengenalkan mainan tersebut padanya.

Sarana bermain yang mengembangkan ketangkasan, keseimbangan tubuh, kemampuan memanjat, dan koordinasi gerakan dapat membantu anak belajar sampai bermain. Warna yang menarik dari sarana tersebut juga membuat anak berekreasi dan dengan cepat berkembang.

Mainan Tidak Harus Mahal

Maina anak tidak aharus mahal, dengan kata lain, mainan yang baik itu tidak mutlak harganya mahal. Mahalpun kalau mainan itu dapat membahayakan keselamatan anak, percuma saja. Sebenarnya, mainan itu bisa didapat dari sekeliling rumah, misalnya dengan mengenalkan dengan jenis-jenis barang yang biasa digunakan sehari-hari. Tapi harus tetap ingat, barang itu bukan pecah-belah. Misalnya berikan ia cangkir, piring, panci, atau baskom yang keseluruhannya terbuat dari bahan plastik. Alat rumah tangga dengan warna menarik ini bisa memacu anak untuk berkreasi. Misalnya bila dipukul mengeluarkan bunyi, tentu menimbulkan kesenangan tersendiri bagi anak. Dan sudah pasti anak akan memanfaatkan barang-barang itu sesuai dengan keinginannya. Sebagai orang tua, jangan bosan mengarahkan anak memilih mainan yang bermanfaat. Tidak perlu mahal, yang perlu mampu membuat anak berpikir.