Menderita Penyakit Ginjal? Batasi Asupan Fosfor!

Berandasehat.com – Kalsium dan fosfor merupakan jenis mineral yang sangat baik bagi kesehatan tulang manusia. Namun tetap dibutuhkan dalam jumlah yang cukup atau tidak berlebihan. Dan ginjal merupakan organ dalam tubuh manusia yang membantu mengatur tingkat fosfor dalam darah. Dalam fungsi ginjal yang normal, dia akan melunturkan kelebihan fosfor dalam darah sehingga jumlahnya cukup dan tidak berlebihan. Seperti yang dikutip tempo.com dari artikel mayo clinic disebutkan bahwasanya ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik maka orang tersebut akan mengalami hiperfosfatemia atau kondisi dimana fosfor dalam darah yang tinggi. Padahal ketika kandungan fosfor terlalu tinggi akan menurunkan kadar kalsium dalam darah. Jelas hal ini akan menimbulkan permasalahan pada kesehatan tulang.

Batasi Asupan Fosfor Bagi Penderita Penyakit Ginjal

Berapa kebutuhan fosfor untuk penderita penyakit ginjal? Umumnya 800 hingga 1000 mg fosfor setiap harinya untuk orang dewasa. Sementara untuk ginjal orang sehat setidaknya dua kali lipat dari jumlah fosfor tersebut setiap harinya.

Bagaimana cara membatasi fosfor yang masuk dalam tubuh? pasalnya hampir semua jenis makanan sebenarnya memiliki kandungan fosfor termasuk makanan berprotein tinggi. Hal ini tergantung bagaimana kondisi penyakit ginjal yang Anda alami. Jika masih dalam tahapan awal sebaiknya asupan fosfor dan protein dibatasi. Sementara jika suda mengalami penyakit ginjal tahap akhir kemudian Anda juga tengah menjalani dialisis maka sebaiknya mengikuti petunjuk dari dokter, ahli gizi atau orang yang mengetahui benar mengenai hal ini. Karena pada proses dialisis akan membawa protein dari darah sehingga Anda akan membutuhkan protein lebih banyak. Namun harus tetap menjaga kadar fosfor makanan yang dikonsumsi tetap rendah.

Agar lebih mudah dalam proses pengaturan makanan yang dikonsumsi perlu diketahui makanan apa saja yang mengandung fosfor yang cukup tinggi. Beberapa makanan tersebut misalnya puding, susu, yoghurt dari susu sapi atau kambing maupun dari sari kedelai, es krim, sarden, muffin, biskuit, coklat, air soda, teh kemasan, cola, kacang kering.

Sedangkan makanan yang mengandung fosfor namun jumlahnya tidak terlalu banyak yaitu air putih, permen, selai, madu, ayam, daging tanpa lemak, ikan, keju rendah lemak, pop corn. Ingat! Meskipun Anda telah mengetahui jenis makanan yang rendah fosfor sekalipun, Anda tetap harus membatasi konsumsinya. Hal yang paling tepat adalah dengan mengatur pola makan setiap harinya dan lebih baik lagi jika mengonsultasikan hal tersebut dengan dokter atau ahli gizi sehingga konsumsi makanan pun lebih tepat dan tidak mengganggu fungsi ginjal.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *