Mengapa Kulit Kepala Bisa Berketombe?

Berandasehat.com – Kalau boleh dikatakan, ketombe termasuk jenis penyakit kulit khususnya kulit kepala. Ketombe pada dasarnya sel kulit kepala yang sudah mati dan mengelupas. Normalnya, kulit mati tersebut mengelupas dan menghilang secara alami. Kulit kepala manusia normalnya selalu berganti setidaknya dalam jangka waktu 28 hari. Namun saat terjadi beberapa masalah pada kulit kepala, pergantian bisa lebih cepat misalnya dalam lima hari. Akhirnya kulit mati tersebut justru menumpuk membuat gatal dan berketombe.

Mengapa Kulit Kepala Bisa Berketombe? Setidaknya ada beberapa hal yang menjadi penyebab kulit kepala bisa berketombe, yaitu :

1. Jamur Malasezia globoza. Jamur ini merupakan salah satu penyebab terjadinya ketombe. Jamur ini bisa dimiliki pria maupun wanita. Biasanya berada dalam kantung rambut atau folikel dan batang rambut. Jamur tersebut bisa tumbuh secara tidak terkendali sehingga bisa membuat kulit kepala terkena iritasi. Selain itu sel-sel kulit kepala juga bisa tumbuh di luar batas normal. Sel kulit mati kemudian rontok atau mengelupas dan timbullah ketombe.

2. Memiliki kelenjar minyak yang berlebih. Terutama pada badan bagian atas misalnya wajah dan kulit kepala. Sebenarnya setiap orang memproduksi minyak rambut karena merupakan bahan alami pada rambut. Adanya minyak tersebut membuat rambut tampak bercahaya. Hanya saja akan menjadi masalah saat minyak terlalu banyak diproduksi. Minyak merupakan makanan utama jamur. Sehingga banyaknya minyak akan membuat jamur lebih mudah berkembang biak. Tanda memiliki kelenjar minyak berlebih dengan ditandai pengelupasan sel kulit atau ketombe. Jadi ada baiknya jika memang berketombe sebaiknya jangan menggunakan minyak rambut karena hanya akan memperparah ketombe.

3. Kurang menjaga kebersihan. Jarang keramas padahal memiliki kecenderungan kelenjar minyak berlebih. Alhasil produksi minyak yang banyak ditambah keringat, debu dan lainnya membuat parah ketombe yang dialami. Kurang menjaga kebersihan juga berpengaruh terhadap tidak seimbangnya secara hormonal.

Penyakit kulit kepala ini bisa juga disebabkan karena penyakit tertentu misalnya parkinson, penderita urat syaraf pusat dan mungkin juga penyakit lainnya. Pola makan yang tidak seimbang juga bisa mempengaruhinya karena membuat sirkulasi darah kurang lancar.

Untuk mengatasi kulit kepala berketombe ini bisa dimulai dengan mengubah pola hidup. Misalnya dengan rajin mencuci rambut minimal 3-4 kali dalam seminggu. Mencuci rambut tidak perlu setiap hari. Jika memiliki kecenderungan kulit berminyak, seminimal mungkin menggunakan minyak rambut. Jika memang harus menggunakan sebaiknya setelah selesai beraktifitas segera cuci rambut tersebut.

Bisa menggunakan shampo apapun namun bisa juga mempertimbangkan kandungan di dalamnya. Misalnya menggunakan shampo dengan kandungan pyriothine seng yang membantu mengurangi jamur pada kulit kepala. Atau shampo dengan kandungan selenium sulfida yang akan membantu menghambat mati sel kulit dan juga mengurangi jamur malazesia. Atau penggunaan shampo dengan bahan lain yang mampu mengurangi ketombe. Ingat pula harus selalu membilasnya dengan bersih.

Nah, semoga penjelasan tersebut bisa menjawab pertanyaan Anda,  Mengapa Kulit Kepala Bisa Berketombe? Begitu pula dengan cara untuk mengatasi ketombe yang bisa dicoba. Atikel lainnya: Tampil Percaya Diri dengan Rambut Sehat dan Bebas Botak.