Mengenal Jenis Penyakit Cacing yang Mengancam Anak

Berandasehat.com – Anak-anak selalu bermain di berbagai tempat yang diinginkan. Tempat becek, penuh kuman tidak dipedulikan. Kesenangan adalah hal utama bagi anak-anak. Nah, jika kemudian anak-anak tiba-tiba lemas, enggan beraktifitas, malas belajar dan tidak seperti biasanya sebagai orang tua perlu lebih waspada. Besar kemungkinan anak tersebut cacingan. Cacingan pada dasarnya merupakan salah satu masalah kesehatan yang doalami negara tropis termasuk Indonesia. Sehingga Anda tidak perlu khawatir. Setidaknya Anda mengetahui informasi mengenai penyakit cacing yang bisa menyerang anak-anak. Baca juga Kenali Sakit Perut yang Sering Menyerang Anak.

Beberapa Jenis Penyakit Cacing yang Mengancam Anak diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Cacing Gelang. Cacing gelang atau Ascaris Lumbricoides merupakan jenis penyakit cacing yang paling banyak menginfeksi anak-anak Indonesia. Cacing ini hidup di rongga usus halus. Seekor cacing betina bisa menghasilkan telur sebanyak 100.000 – 200.000 butir tiap harinya yang keluar bersama feses atau kotoran. Nah, pematangan telur-telur tersebut memerlukan tanah liat. Ketika berada di tanah liat, telur-telur tersebut mampu bertahan hidup selama beberapa tahun. Jika kemudian ada yang memegang tanah tersebut lalu telur menempel pada tangan dan sebelum makan ternyata orang tersebut tidak mencuci tangan maka telur pun akan berpindah tempat ke usus dan berkembang biak. Adanya cacing gelang tersebut membuat penyerapan zat gizi dan vitamin A terhambat. Sehingga adakalanya bisa menimbulkan rabun senja dan kebutaan pada anak.

2. Cacing Cambuk. Cacing cambuk atau Trichuris Trichiura proses perkembangbiakannya tidak jauh beda dengan cacing gelang. Cacing ini menyerang mukosa usus dan bisa melukainya sehingga bisa menimbulkan perdarahan dan terjadi anemia. Anemia bisa membuat daya tahan anak menurung. Anak pun bisa mudah terserang penyakit. Pada kasus berat bisa menimbulkan diare berdarah, pertumbuhan anak terganggu, berat badan berkurang dan kurang gizi.

3. Cacing Tambang. Cacing tambang atau Necator Americanus & Ancylostoma Duodenale biasanya banyak dialami di daerah perkebunan. Untuk perkembangbiakannya, cacing ini membutuhkan pasir yang gembur dan bercampur humus. Selain itu terlindungi dari sinar matahari langsung. Perkembanganbiakan selanjutnya hampir sama dengan cacing lainnya. Cacing yang sudah berkembang biak pada usus akan melekat di dinding usus dan menghisap darah dengan melukai dinding usus. Hal ini bisa menimbulkan anemia, daya tahan menurun, bahkan bisa menghambat perkembangan fisik dan mental.

4. Cacing Kremi. Cacing kremi atau Oxyuris Vermicularis lebih banyak ditemukan di daerah dingin dibandingkan daerah panas. Cacing betina biasanya bertelur di sekitar anus dan jarang ditemukan pada feses atau kotoran. Karena berada di sekitar anus sehingga menimbulkan gatal khususnya pada malam hari.

Setelah mengetahui Jenis Penyakit Cacing yang Mengancam Anak tentu lebih paham mengapa seringkali disarankan untuk mencuci tangan setelah dari kamar mandi begitu pula sebelum makan. Hal ini tidak lain untuk mencegah masuknya cacing dalam tubuh. Anda bisa menjelaskannya pada anak sehingga mereka pun dengan senang hati selalu mencuci tangan setelah selesai beraktifitas. Baca juga Penanganan Anak yang Menderita Lactose Intolerance.

Beri Nilai Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *