Mengenal Kanker Serviks

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang menjadi penyebab utama perempuan khususnya di negara berkembang selain kanker payudara. Salah satu negara yang memiliki jumlah penderita kanker serviks atau kanker rahim yang cukup tinggi adalah Indonesia. Setidaknya ada sekitar 15.000 orang perempuan yang menderita kanker serviks. Ini adalah jumlah yang terdata, bukan tidak mungkin banyak penderita kanker rahim yang tidak terdata sehingga menimbulkan efek layaknya gunung es. Jumlahnya bisa jauh lebih besar dari yang diketahui. Sebenarnya angka kematian dari kanker rahim ini bisa dicegah ketika bisa dideteksi secara dini sehingga segera memperoleh perawatan dan pengobatan terbaik. Baca juga 6 Bumbu Dapur Pencegah Kanker.

Selain itu langkah awal dan utama tentu saja harus melakukan pencegahan dengan menjauhi faktor penyebabnya. Misalnya saja dengan menjauhi perilaku atau hubungan s*ks*al di usia muda atau kurang dari usia 20 tahun. Kemudian hindari bergonta-ganti pasangan dan melahirkan banyak anak. Sementara upaya lainnya yang bisa diupayakan adalah dengan menjaga kesehatan tubuh. Selalu mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan gizi yang seimbang dan memang diperlukan tubuh. Sebaiknya selalu memperhatikan waktu istirahat  yang cukup, menghindari stres, mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan merokok.

Pemicu Kanker Rahim

Pemicu kanker serviks adalah adanya virushuman papilomavirus (HPV) tipe 16 dan 18. Virus tersevut merupakan pemicu sekitar 70 persen terkena kanker rahim. Faktor lainnya adalah faktor dari lingkunga, genetis (riwayat kelurga yang terkena kanker) dan faktor lainnya yang tidak diketahui apa penyebabnya.

Cara mengantisipasi Kanker Serviks

Untuk mengantisipasi agar tidak terkena kanker serviks dilakukan dengan cara penggunakan vaksin kanker serviks. Vaksin ini sebaiknya diberikan pada perempuan yang belum pernah melakukan hubungan s*ks*al. Penggunaan vaksin ini diperkirakan dapat membantu mencegah risiko terkena kanker rahim setidaknya 80 hingga 95 persen. Idealnya vaksin diberikan secara berkala yaitu tiga kali selama setahun. Pemberian tiga vaksin ini dilakukan dalam rentang waktu yang berbeda.

Sementara itu pada perempuan yang sudah aktif secara s*ks*al pencegahan dilakukan dengan cara melakukan screening di laboratorium. Screening dilakukan untuk melakukan pendeteksian ada tidaknya sel-sel yang memicu kanker serviks pada perempuan tersebut. Screening sebaiknya juga dilakukan secara berkala.

Hanya saja meskipun memiliki keunggulan mampu mencegah terkena  kanker rahim namun penggunaan vaksin belum banyak dilakukan. Pasalnya harga yang perlu dikeluarkan untuk memperoleh vaksin ini terbilang cukup mahal. Harga tiap paket vaksin setidaknnya mencapai Rp 2 juta atau lebih. Padahal harus dilakukan tiga kali selama setahun. Vaksin yang diberikan tersebut terbagi dua yaitu vaksin lokal dan impor.

Nah, jika Anda memang peduli terhadap kesehatan terutama ingin mencegah terkena kanker rahim maka perlu mempertimbangkan penggunaan vaksin tersebut. Mungkin melakukan perencanaan keuangan misalnya dengan menabung dalam jangka waktu tertentu sehingga bisa melakukan vaksin. Atau cara paling minimal dengan tetap menjaga kesehatan, mengonsumsi makanan yang bergizi, istirahat teratur, jauhi s*x di usia muda bahkan berganti pasangan sehingga bisa terhindar dari ancaman kanker serviks.