Mengenal Penyakit Tifus dan Perawatannya

Beranda Sehat – Tifus merupakan salah satu penyakit tropis, menyerang semua umur dan sering terjadi pada anak-anak serta remaja. Penyakit tifus memiliki kecendrungan peningkatan angka prevalensi setiap tahun di Indonesia. Iklim tropis yang lembab merupakan faktor ideal bagi perkembangan bakteri. Apalagi bila disertai dengan kondisi pemukiman yang tidak sehat, lingkungan yang tercemar, tidak tersedianya air bersih, dan jajan sembarangan, yang boleh dibilang memang faktor pencetus lahirnya penyakit.

Tifus dapat hinggap antara lain karena tingkat pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan yang masih rendah atau kurangnya perhatian terhadap segi higienitas makanan. Demam tifoid atau tifus ini dapat menyerang semua umur, terutama anak-anak, remaja, dan dewa*sa muda yang mengabaikan kebersihan.

Penyakit tifus sering menyerang anak-anak dan remaja adalah karena daya tahan dan sistem kekebalan tubuh mereka belum sebaik orang dewa*sa. Kemungkinan terserang penyakit ini lebih besar pada orang-orang yang mempunyai kebiasaan jajan makanan yang kebersihannya tidak terjamin.

Penyebab dan Gejala Tifus

Penyakit tifus disebabkan oleh kuman salmonella tifi dan salmonella paratifi A,B dan C. Kuman ini lebih suka tinggal di air yang tercemar, begitu juga makanan serta rumah tangga yang kotor.
Penyakit ini ditularkan secara oral, dengan menelan makanan atau minuman yang tercemar oleh kuman salmonella. Kuman ini masuk ke dalam selaput lendir usus halus dan dengan cepat menyusup ke aliran limfa hingga akhirnya ke darah.

Gejala pertama penyakit tifus adalah demam yang turun naik, biasanya sore hari. Demam ini makin lama makin tinggi dan pada minggu kedua demam tetap tinggi atau berada diatas suhu normal. Disertai sakit kepala yang hebat dan susah buang air besar. Perut terasa sakit akibat penembusan dinding usus sehingga tinja menjadi kehijauan. Selanjutnya, kesadaran penderita akan menurun.

Bila penyakit tifus ini dibiarkan berlarut-larut, akan menimbulkan komplikasi, seperti peradangan pada ginjal dan kantung empedu serta perlukaan usus. Oleh karena itu harus berhati-hati bila ada anggota keluaraga yang mengalami gejala-gejala seperti diatas. Segeralah ke dokter dan memeriksakan darah.

Perawatan

Perawatan bagi penderita penyakit tifus biasanya cukup lama, apalagi bila terjadi pada usia dewa*sa atau usia produktif ( 20-40 tahun ).

Memerlukan perawatan 2-3 minggu, bahkan lebih kurang 25% penderita memerlukan perawatan lebih lama lagi di rumah sakit. Minimal masa perawatan demam tifoid atau tifus ini 7-8 hari dan untuk memulihkan kondisi tubuh agar dapat melakukan aktivitas sehari-hari paling tidak 5 hari sampai satu minggu.

Lamanya penderita harus istirahat tentunya akan berakibat pengeluaran biaya yang tidak sedikit, apalagi bila penderita mengalami komplikasi. Akan memerlukan biaya untuk pemeriksaan maupun pengobatan lebih mahal.

Apabila Anda telah dinyatakan sembuh dari penyakit tifus ini sebaiknya Anda tetap menjaga kesehatan dan kebersihan, sehingga daya tahan tubuh pulih kembali dan terhindar dari infeksi ulang tifus.

Pada akhirnya, semua semua tergantung pada diri masing-masing bila tidak ingin terjangkit penyakit tifus. Perbaiki kebiasaan-kebiasaan hidup, mulailah hidup bersih, jangan membiasakan diri jajan makanan yang belum tentu terjamin kebersihannya. Sebab kuman penyebab tifus ini memang lebih suka berdiam di dalam makanan dan minuman yang tercemar.