Mitos Tentang Kebiasaan Minum Susu Pada Anak, Ibu Wajib Tahu!

Susu bisa dianggap minuman sehat sangat baik bagi setiap anak selama anak tersebut masih masa pertumbuhan. Tetapi, terdapat mitos tentang kebiasaan minum susu pada anak yang harus para ibu ketahui dan apa saja fakta yang sebenarnya harus kita ungkap terkait kebiasaan meminum susu yang sering dilakukan oleh setiap anak.

mitos seputar kebiasaan minum susu

Mitos Tentang Kebiasaan Minum Susu Pada Anak, Ibu Wajib Tahu!

1. Segelas Susu Dalam Sehari Cukup Bagi Anak Usia Empat Tahun

Anak di usia empat tahun sebetulnya membutuhkan kadar dua kali lipat dari jumlah itu. Pendapat ini berdasarkan pendapat ahli diet di NHGP. Dewan Kesehatan merekomendasikan supaya anak yang memiliki usia tiga hingga enam tahun minum 500 ml maupun dua gelas susu sehari. Sementara bagi anak dimulai usia tujuh hingga dua belas tahun harus meminum susu sekitar 250 ml hingga 500 ml.

Faktanya ialah tidak sedikit anak yang belum cukup untuk mengonsumsi kalsium. Lim Sut sebagai ahli diet mengutip dalam sebuah penelitian tahun 2011 diterbitkan pada Jurnal, menemukan bahwa ¼ anak yang berada di Singapura yang memiliki usia tiga hingga enam tahun tidak mempunyai cukup mineral.

2. Rasa Susu Sangat Enak Daripada Minum Ringan

Apabila balita membenci rasa susu yang biasa, seorang ibu biasanya tergoda memberinya berbagai rasa susu lain. Sementara itu, berdasarkan yang telah diketahui bahwa susu tersebut jauh sangat bergizi dari minum ringan, yang mana minuman tersebut masih memiliki kandungan dua hingga tiga sdt jika dibandingkan dengan susu.

Ahli diet, Sarah Sinaram senior menyarankan agar dapat menyajikan susu terhadap anak jangan terlalu sering supaya anak tidak begitu banyak lemak tertimbun. Cara terbaik agar dapat memberikan makan yaitu dengan menggunakan berbagai cara agar dapat membuat rasa susu tersebut lebih enak, di antaranya:

• Pakar memberikan saran supaya membuat smoothies dan buah-buahan misalnya pisang, papaya serta stroberi.
• Tambahkanlah bubuk kakao dengan basis malt misalnya Milo maupun menyajikan dengan oatmeal dan sereal.

3. Balita Muda Bagi Susu Yang Rendah Lemak

Apabila anak memiliki minimal usia dua tahun, susu adalah salah satu pilihan terbaik karena mempunyai lemak jenuh yang sedikit, berdasarkan para ahli. Namun bagi anak yang memiliki usia dibawah dua tahun, sebaiknya asupan tersebut dibatasi supaya tidak kegemukan sehingga menyebabkan obesitas.

4. Susu Yang Segar Sangat Baik Daripada Susu UHT

Secara nutrisi, sama sekali tidak memiliki perbedaan secara signifikan di antara susu segar, UHT dan susu bubuk. Berdasarkan ahli, hal ini adalah masalah harga serta lama penyimpanan. Ahli tersebut menjelaskan susu segar tersebut berasal secara langsung dari sapi asli serta dipasteurisasi terhadap susu minimalnya 71,1 C selama 15 detik maupun lebih. Hal ini dapat membunuh bakteri yang berbahaya tanpa ada pengaruh dari nilai gizi maupun rasa. Inipun dapat bertahan sampai 14 hari serta anak tersebut dapat mulai minumnya dari usia satu tahun, Meskipun ahli tersebut menganjurkan supaya pada usia tersebut masih menyusui susu ibu.
Susu UHT tersebut diolah menggunakan suhu panas, disisi lain dengan menggunakan suhu lebih tinggi sekitar 135 C serta mempunyai kemasan secara khusus hingga dapat bertahan lumayan lama. Bagi susu bubuk, merupakan bentuk susu yang terkonsentrasi sesudah kandungan air tersebut menguap. UHT serta susu bubukpun dapat disimpan sampai satu tahun lamanya.
Perusahaan susu tersebut kadang akan tambahkan nutrisi lainnya pada produk susunya agar dapat meningkatkan nilai gizinya. Harganya berbeda-beda, susu pasterisasi memiliki harga lebih dari susu bubuk serta UHT.

5. Anak Intoleran Laktosa, Membutuhkan Suplemen Kalsium

Cari susu yang bebas laktosa maupun susu kedelai diperkaya kalsium, hal ini berdasarkan ahli, yaitu Lim Sut. Ibupun dapat mencoba untuk memberikan anak keju serta yogurt yang rendah glukosa agar dapat membantu pencernaannya. Para ahlipun menyarankan agar ibu secara rutin memberikan tahu, sayuran hijau misalnya brokoli, kale, kubis dan lainnya karena semuanya memiliki kandungan sumber kalsium baik untuk anak. Begitupun ikan dengan tulang yang memiliki kaya akan kalsium misalnya ikan sarden.

Demikianlah yang dapat kami sampaikan mengenai mitos tentang kebiasaan minum susu pada anak. Karena pertumbuhan dan perkembangan anak sangat penting kita perhatikan.

Tinggalkan komentar

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)