Penuntun Perawatan Bayi Agar Tetap Sehat

Beranda Sehat– Bagi setiap wanita, kehamilan, persalinan, dan perawatan bayimerupakan bagian yang penting dalam hidupnya. Tak jarang masa ini dilalui dengan harapan sekaligus kecemasan, karena bagaimanapun juga kehamilan, persalinan, dan perawatan bayi merupakan perubahan alami yang membutuhkan waktu dan penyesuaian diri di samping pengetahuan untuk menghadapainya.

Bayi akan belajar bertahan hidup dengan kemampuan adaptasinya yang sangat baik. Semua bayi yang baru lahir akan kehilangan berat badan pada hari-hari pertama, dan seringkali tampak sedikit kuning. Ini merupakan hal yang biasa. Jika pada hari-hari pertama di rumah, Anda mengalami rasa lelah, dan sedih, maka perbanyaklah istirahat.
Banyak tamu yang berkunjung terkadang membuat kita lebih lelah lagi. Mungkin secara bijaksana suami atau ibu Anda bisa meminta tamu untuk membiarkan Anda beristirahat, tanpa di ganggu. Istirahatkan kaki dengan tidur  sambil menaikkan kaki lebih tinggi daripada kepala akan membuat lebih nyaman.

Menjaga Keselamatan Bayi

Hal yang paling membahayakan keselamatan bayi pada awal-awal kehidupannya adalah ancaman terhadap kecelakaan. Di negara Barat, kecelakaan pada bayi  menggantikan penyait sebagai penyebab kematian bayi yang terbesar. Kecelakaan pada bayi pada umumnya terjadi saat kita, orang tua, lengah atau terlalu lelah menghadapai kesibukan rutin. Untuk itu, saat membawa bayi pulang ke rumah dari rumah sakit, hindarilah tempat-tempat yang berisiko tinggi terhadap kecelakaan bagi bayi sambil belajar menghadapi keadaan gawat darurat.

Keselamatan bayi dimulai sejak meninggalkan rumah sakit. Tidak ada tempat paling aman di dunia selain dalam pangkuan sang ibu. Sedangkan dalam mobil tempat paling aman adalah menyediakan tempat duduk khusus bagi bayi. Harus diingat bagian kepala merupakan bagian terbesar sekaligus yang paling rawan bagi bayi. Dalam kecelakaan mobil, kepala yang tidak terlindungi akan terlempar mengenai kaca jendela mobil. Karena itu upayakan bayi tetap berada dalam pangkuan sang ibu dan jangan diletakkan pada kursi dengan sabuk pengaman untuk anak. Bayi baru cukup aman diletakkan pada kursi dengan sabuk pengaman anak, setelah berusia 6 bulan. Sebelum usia 6 bulan, otot leher bayi cukup kuat menopang kepala bila terjadi kecelakaan.

Dirumah, kecelakaan terjadi karena orang tua tidak memperhatikan apa yang dilakukan anaknya. Bayi akan belajar dengan cepat terhadap segala sesuatu yang dilihatnya. Segalanya hendak dipegangnya dan merasakannya sendiri. Dari mulai mengotori tempat tidur, sampai ingin memegang cangkir yang berisi air panas. Oleh karena ituperlu pengawasan yang cermat agar jangan ada yang luput dari perhatian kita.

Berikut ini diberikan beberapa kasus yang mungkin dapat terjadi pada bayi.

Bayi Jatuh

Segera setelah bayi di lahirkan, ia akan bergerak, dan berputar menggunakan kakinya. Seiring dengan pertumbuhannya, ia kemudian dapat berputar dengan baik. Namun otot-otot kaki belum cukup kuat, seringkali ia jatuh saat berputar dan pada saat menjejakkan kaki. Karena itu, jangan tinggalkan sejenak pun saat bayi berada di tempat tidur, meja, ata kursi.

Simpanlah dalam gudang, meja-meja yang rendah yang ujungnya lancip. Tempatkan pengamanan pada anak tangga. Adanya pagar penahan pada anak tangga yang horizontal tidak mencegah terjadinya kecelakaan, justru mengundang minat si bayi untuk menaikinya. Untuk itu adanya pengamanan pada tangga harus diyakini betul bahwa anak tidak dapat memanjatnya.

Bayi Terbakar/Terkena Air Panas

Kemampuan bayi berputar dengan gerakan tangannya yang cepat dapat mencapai tempat-tempat yang berbahaya. Seperti kopi panas, termos air panas, bahkan pada saat ia dalam gendongan pun tangannya tetap bergerak-gerak menggapai sesuatu yang menarik perhatiannya. Untuk itu, jauhkanlah barang-barang panas dari jangkauan bayi. Meja tidak perlu diberi taplak, karena bayi akan  dapat menariknya sehingga segala benda yang ada di atas meja dapat menimpanya. Tempat yang aman saat Anda memasak adalah dengan menaruh bayi pada boksnya.

Bayi tersedak dan Keracunan Makanan

Bayi belajar mengenal dunianya dengan mengambil benda-benda dan memasukkannya ke dalam mulut. Oleh karena itu, hindarkanlah benda-benda kecil ( misalnya kancing, uang logam, sampah ) dari jangkauan bayi. Dengan demikian ia terhindar dari tersedak maupun keracunan makanan. Bayi tidak dapat membedakan apakah yang digenggam itu pemen ataukah obat-obatan, semuanya akan dimasukkan kedalam mulutnya.

Bayi Tenggelam

Banyak kasus tenggelam yang terjadi pada anak-anak yang sampai menimbulkan akibat yang fatal ( kematian ). Oelh karena itu, jangan tinggalkan bayi di kamar mandi atau tempayan berisi air. Pastikan bayi tak dapat menjangkau tempat berisi air, seperti akuarium, saat Anda tak ada di tempat. Jika ada kolam di sekeliling rumah, sebaiknya pintu menuju kolamtersebut terkunci.

Mengawasi Perkembangan Bayi pada 6 Bulan Pertama

Enam bulan pertama bagi bayi merupakan masa ia berkembang dengan pesat. Bayi sangat cepat mengalami perubahan, belajar dengan cepat sehingga kemampuannya pun makin bertambah. Setiap bayi merupakan individu yang unik, oleh karena itu perkembangan pada setiap bayi tidaklah sama.

Pada sebagian besar bayi lebih cepat untuk berjalan, tapi pada sebabagi sebagian lagi justru kemampuan bicaranya yang menonjol. Bagi setiap ibu mengawasi mereka tumbuh dan berkembang merupakan suatu pengalaman yang mengasyikkan.

Sebaiknya Anda mencatat setiap perkembangannya dalam sebuah buku khusus, sehingga dapat menjadi bahan masukan yang penting bagi dokter, jika bayi itu nantinya memerlukan konsultasi sekaligus merupakan kenangan yang indah bagi si bayi bila sudah menjadi besar kelak.

Perkembangan awal dari bayi di mulai dari kemampuan menggerakkan kepalanya. Ia akan mencoba menegakkan kepalanya sebelum ia belajar duduk dan menggunakan tangannya untuk mengambil sesuatu. Lalu ia akan belajar berdiri dan berjalan.

Secara umum perkembangan bayi dikategorikan pada 4 hal penting, diantaranya.

Postur Tubuh dan Gerakan

Pada 6 bulan pertama bayi sudah mampu mengontrol pergerakan kepala dan sebagian besar sudah mampu duduk sendiri. Pada awalnya bayi tidak mampu mengontrol kepalanya, oleh karena itu setiap akan mengangkat bayi kepalanya perlu di sokong. Pengawasan yang teratur dengan menengkurapkan bayi mulai usia 3 bulan akan membuat otot dada dan kepalanya bertambah kuat. Kira-kira pada usia 5-6 bulan, bayi akan membalikkan badannya dari depan kebelakang dan sebaliknya.
Melihat, Koordinasi tangan dan Mata

Mengawasi bagaimana bayi menggunakan tangannya merupakan pengalaman tersendiri. Untuk itu, bayi sebaiknya ditaruh dalam ruangan yang aman dengan terlebih dahulu membersihkan tangannya, dan mulailah memperhatikan perkembangannya. Pada usia bayi 3 atau 4 minggu, bayi akan mulai memandang wajah Anda dengan disertai perhatian dan rasa ingin tahu. Pada usia 3 bulan umumnya mata bayi dapat mengikuti gerakan gantungan bola di boksnya. Kemampuan koordinasi mata ini akan bertambah saat usia bayi mencapai 6 bulan dan mampu berkonsentrasi  atau mengikuti obyek kecil yang disukainya.

Koordinasi tangan, berjalan seiring dengan koordinasi matanya. Pada 4 minggu pertama sejak ia dilahirkan, posisi telapak tangan bayi hampir selalu dikepalkan, namun sejak usia 12 minggu telapak tangan bayi mulai sering terbuka. Sejak usia 20 minggu, bayi akan mulai menangkap mainan sekali-sekali dan pada usia 6 bulan ia sudah mampu memindahkan mainan dari tangan satu ke tangan lainnya.

Mendengar dan Berbicara

Merupakan hal penting bagi kita untuk mengecek kemampuan pendengarannya secara berkala. Kemampuan mendengar akan menentukan kemampuan berbicaranya kelak. Bayi harus bereaksi terhadap suara yang keras. Reaksi itu dapat berupa menangis ataupun refleks terkejut. Pada usia 2 atau 4 bulan, kepala bayi akan lebih sering begerak ke arah sumber suara.

Pada mulanya, komunikasi bayi hanyalah berupa tangisan saja, tapi apda usia 2 bulan ia mulai megucapkan sepatah dua kata jika merasa senang. Pada usia 16 minggu, ia akan mengejutkan kita dengan kemampuannya yang pertama untuk tertawa. Sekitar usia 6 bulan, kemampuan beracakap-cakapnya di mulai, pada saat orang tua biasanya mendengar suara baru atau kombinasi suara. Adalah hal yang sangat pentingmengajak berbicara sejak hari pertama kelahirannya pada saat kita menyiapkan kebutuhan sehari-harinya. Kebiasaan ini akan menstimulasi kemampuan bicara bayi. Pada ulang tahun pertamanya, biasanya bayi sudah mampu mengucapkan kata-kata pertama yang penting.

Kemampuan Sosial

Senyum pertama dimulai sejak usia 6 minggu, dan kejadian ini merupakan interaksi sosialnya yang pertama. Setelah usia 6 bulan bayi mulai lebih banyak mengenal anggota keluarga dan menolak kehadiran orang yang asing baginya.

Bayi Yang Berkembang Normal

Orang tua seringkali ingin mengetahui apakah bayinya normal atau tidak. Begitu banyak faktor yang berkaiatn dengan perkembangan, misalnya sakit yang lama dapat mengganggu perkembangannya. Bayi yang dilahirkan prematur ( belum cukup bulan ) akan lebih lambat perkembangan kemampuannya, khususnya pada tahun pertama kehidupannya.

Pada kenyataannya, adanya kelambatan atau abnormalitas perkembangan merupakan petunjuk pertama adanya problem pada bayi. Jika para orang tua menemukan hal tersebut, sebaiknya mendiskusikan kesulitan ini dengan ahlinya. Tindakan pertama, hubungi dokter, jika perlu, tindakan lebih lanjut ia akan merujuknya pada yang lebih ahli.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *