Penyebab dan Perawatan Bayi Ngiler

Beranda SehatBayi Ngiler ( mengeluarkan air liur dari mulut tanpa sadar ) merupakan keadaan yang wajar. Setiap bayi pasti ngiler, karena produksi air liur di dalam mulutnya berlebihan, sementara bayi masih belum bisa menelan atau mengeluarkan air liur dari rongga mulutnya.

bayi-ngiler
Image : FreeDigitalPhotos.net

Pada orang dewasa, air liur itupun di produksi setiap saat, dan justru dalam jumlah yang jauh lebih banyak. Hanya saja orang dewa*sa tidak ngiler karena tanpa disadari ia mampu menelan dengan baik air liur yang ada di rongga mulutnya. Selain itu, pada orang dewasa kelebihan produksi air liur pun terkadang di buang dengan cara diludahkan.

Keluarnya air liur dari dalam mulut karena memang diproduksi secara rutin oleh kelenjar ludah, dan dikeluarkan melalui mukosa atau selaput lendir rongga mulut. Selaput lendir tidak hanya terdapat pada mulut saja, tetapi ada di beberapa rongga lainnya. Selaput lendir terdapat bagian mata, pencernaan, dan pendengaran. Produksi yang dihasilkan selaput lendir dari masing-masing bagian, mempunyai fungsi sama yaitu memberikan pelumasan pada bagian-bagian itu.
Selaput lendir di dalam rongga mulut yang menghasilkan air liur, juga berfungsi sebagai pelumas pada mulut, agar mulut selalu basah. Perlunya mulut selalu basah bisa di pahami, mengingat mulut merupakan salah satu organ pencernaan bagian atas. Jika mulut itu kering, maka bila dipakai untuk mengunyah makanan, rongga mulut mudah sekali lecet.

Selain itu, ludah sebagai produk yang secara rutin dikeluarkan oleh selaput lendir mulut, mengandung enzim yang penting untuk membantu pencernaan makanan.

Bayi ngiler normal-normal saja. Hanya bila air liurnya berlebihan perlu sering diperhatikan. Perlu dicari barangkali ada faktor lain yang menyebabkan terjadi produksi kelenjar air liur secara berlebihan. Pada orang dewa*sa produksi kelenjar air liur akan meningkat karena adanya suatu pemicu, melihat atau mencium bau makanan lezat misalnya.

Air liur juga akan keluar lebih banyak bila makan makanan yang menstimulasi kelenjar air liur, seperti menyantap makanan yang pedas,  atau masam. Bayi akan terstimulasi dan keluar air liur apabila ia telah lebih dahulu kenal dan suka sesuatu zat.

Lebih dari itu yang perlu diperhatikan, meningkatnya produksi air liur pada bayi bisa saja karena bayi terkena infeksi bakteri atau jamur dalam rongga mulut. Bila benar membanjirnya air liur karena ada infeksi, sebaiknya segera diobati.

Usia Tiga Tahun

Pada umumnya, bayi tidak ngiler lagi setelah bayi bisa menelan air liur dengan baik, yakni sekitar umur 2 atau 3 tahun. faktor menunjang lain yang dapat menahan ngiler, akan terbentuk setelah anak mampu meludah sempurna, atau ketika usia anak sekitar 4 tahun. meski demikian, bukan berarti setelah umur 3 tahun setiap anak terbebas dari ngiler.

Ada saja yang masih ngiler walaupun umurnya sudah 3 tahun. mungkin saat itu ia masih belum mahir menelan air liur. Cepat lambatnya bayi mampu menelan air liur, sangat erat dengan kepandaiannya.

Ngiler tidak perlu dipersoalkan sepanjang tidak diertai adanya infeksi. Yang penting, bila pakaian yang terkena ngiler telah basah harus segera di ganti. Pakaian yang telah basah jangan dibiarkan tetap menempel pada tubuh bayi. Pakaian yang basah dapat menjadi biang keladi penyakit kulit karena mempermudah kotoran menempel. Selain itu, karena air liur mengandung sedikit asam , bisa menyebabkan iritasi pada kulit bayi.

Setelah di lap, taburkan bedak secukupnya. Kemudian, bila mandi jangan lupa membersihkan tubuhnya dengan sabun mandi khusus untuk bayi pada bagian yang sering terkena air ludahnya. Mandikan bayi sebersih mungkin, jangan sampai ada sisa-sisa kotoran atau sabun yang masih menempel pada kulitnya. Karena, kecerobohan seperti itu bisa menyebabkan iritasi kulit.

Setelah selesai dimandikan, keringkan tubuh bayi dengan handuk halus. Pakaikan baju yang halus kain tenunnya dan mampu menyerap air. Tujuannya, di samping supaya bisa menyerap keringat, juga agar mampu menyerap air liur. Karena, bayi berpakaian bersih dan rapi tentu akan lebih sehat dan tampak lebih menyenangkan.

Beri Nilai Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *