Bingung Cari Tempat Coba Rapid Test Covid-19? Pakai Aplikasi Halodoc Aja

Di musim pandemik Covid-19, banyak orang-orang yang hidup dalam kekhawatiran dan ketakutan. Tidak hanya khawatir terjangkit virus, tapi juga takut tentang kelangsungan hidup di masa pandemi ini karena tidak adanya penghasilan akibat phk massal. Kalau sudah begini, semua orang harus bersatu padu untuk melawan virus corona dengan cara melakukan rapid test.

Dengan melakukan melakukan rapid test, setidaknya kamu, masyarakat, dan semua orang di Indonesia bisa melakukan tindakan preventif untuk menjaring data berapa banyak penduduk Indonesia yang terindikasi sebagai penyandang positif Corona.

Karena sebuah keputusan tanpa data yang valid tentang keadaan riil di lapangan tidak akan bisa menyelesaikan masalah pandemi corona di ndonesia. Oleh karena itu, langkah pemerintah dalam melakukan rapid test massal untuk menghimpun data kasus corona sudah terbilang tepat. Oleh karena itu, buat kamu yang belum tahu apa itu rapid test corona, ada baiknya kamu membaca artikel ini.

Kenapa demikian? Faktanya, masih banyak orang yang belum bisa membedakan antara rapid test dan swab test Covid-19. Maka dari itu, melalui artikel ini, kami ingin mengedukasi masyarakat mengenai perbedaan rapid test dan swab test agar nantinya saat kamu hendak memeriksaskan diri ke rumah sakit terdekat, kamu tidak salah ambil bentuk skrining tesnya.

Perbedaan Rapid Test dan Swab Test Covid-19

  1. Jenis Sampel yang Diambil Berbeda

Hal yang harus kamu ketahui mengenai rapid test covid-19 adalah jenis sampel yang diambil adalah sampel darah dari orang yang melakukan tes ini. Sedangkan, pada swab tes tidak menggunakan sampel darah, melainkan menggunakan sampel lender yang diambil dari dalam hidung dan tenggorokan sebagai instrumen pengambilan data untuk mendiagnosa hasilnya positif atau negatif corona.

  1. Cara Kerja Diagnosa Rapid Test Berbeda Dengan Swab Test

Kedua, adanya perbedaan signifikan terkait cara kerja rapid test dan swab test dalam mendeteksi apakah seseorang positif atau negatif corona. Pada swab test, sampel lendir di tenggorokan dan di dalam hidung akan diperiksa karena melalui medium ini virus corona masuk menginfeksi tubuh seseorang. Pengujian ini terbilang lebih efektif untuk mendiagnosa apakah seseorang benar-benar terinfeksi atau tidak.

Sedangkan pada rapid test, karena sampel yang digunakan untuk menguji infeksi virus menggunakan darah, ada dua zat penting yang bisa diukur untuk proses diagnosanya, yaitu IgG dan IgM.

Apa itu IgG dan IgM? Kedua unsur ini merupakan antibody dalam tubuh. Jika ada virus masuk yang ingin menginfeksi seperti corona, kedua antibodi ini kadar jumlahnya akan bertambah. Dalam pengukuran rapid test Covid-19, bila kandungan IgG dan IgM dalam darah bertambah besar, maka hasilnya adalah positif adanya indikasi infeksi. Bila kamu terindikasi positif setelah melakukan rapid test, kamu jangan panik ya, karena belum tentu hasilnya valid karena masih ada satu tahap skrining test swab, kalau hasil test swab negatif, berarti system imun antibody dalam tubuh kamu kuat.

Oh iya, untuk kamu yang mau melakukan rapid test selama masa pemberlakuan PSBB dan Lockdown, kamu nggak usah khawatir ya, kamu bisa pakai aplikasi Halodoc. Memangnya bisa ya melakukan pemeriksaan rapid test melalui aplikasi ya? Jelas bisa dong.

Halodoc sebagai platform digital yang fokus di bidang kesehatan, platform ini ingin membantu program pemerintah dalam menekan laju peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia. Kini, Halodoc menyediakan layanan rapid test yang bisa kamu akses untuk lokasi Jabodetabek. Halodoc bekerja sama dengan berbagai mitra rumah sakit sehingga kamu bisa tahu rumah sakit terdekat untuk melakukan pemeriksaan rapit test.

Pemeriksaan rapid test ini sendiri menggunakan sampel darah yang dilihat dari zat antibody, yaitu zat IgG dan IgM, kedua zat ini diuji. Kemudian, darah yang diambil akan digunakan untuk mendeteksi imunoglobulin, yakni antibodi yang terbentuk saat tubuh mengalami infeksi. Dengan begitu, pasien pada tahap awal infeksi dapat diidentifikasi lebih cepat.

Tinggalkan komentar

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)