Tips Menimbulkan Kebiasaan Makan Anak

Beranda Sehat – Melatih anak untuk membiasakan makan sesuai pada waktunya memang tidak mudah. Hal tersebut dapat di karenakan oleh kesibukan anak bermain. Tidak sedikit cara yang di lakukan orang tua agar anaknya berselera makan, spertinya memberi obat stimulan, membawa anak ke dokter untuk di periksa, dan sebagainya. Memang hal itu tidak gampang seperti membalikkan telapak tangan dan semgalanya membutuhkan proses. Oleh karena itu, diperlukan teknik khusus untuk meningkatkan selera makannya.

Keluhan orang tua terhadap anaknya yang susah untuk diajak makan, tidak hanya terjadi pada saat ini saja. Sebelumnya telah banyak kejadian serupa yang dialami oleh ibu-ibu, begitu juga dengan teknik yang bahkan sudah pernah di terapkan. Mungkin kita tidak dapat menghitung beberapa banyak teknik yang menyebar di kalangan ibu-ibu mengenai kaitannya dalam pemberian makanan ke pada anak. Sehingga akan sulit bagi kita untuk menentukan standar teknik yang tepat dan cocok dengan perkembangan anak saat itu.

baca juga : Cara Mengatasi Anak Susah Makan dengan Laperma Platinum

Tetapi yang jelas Fromme, Hurlock dan Maria memberikan prinsip bagaimana caranya melatih anak membiasakan makan yang baik. Prinsip-prinsip tersebut antara lain.

Ciptakan situasi yang menyenangkan

Terkadang situasi pada saat makan dapat mempengaruhi selera makan. Tidak sedikit acara makan menjadi berantakan karena munculnya situasi yang tidak menyenangkan, seperti adanya perdebatan antar anggota keluarga, menceritakan hal-hal yang tidak menyenankan, mistik, kotor dan sebagainya. Oleh karena itu, sebaiknya di waktu makan diusahakan agar tidak mengoreksi tingkah laku yang negatif dari masing-masing anggota keluarga. Selain itu, cobalah untuk menciptakan situasi yang menyenangkan dan bersifat membangun dalam hal berprestasi, seperti menceritakan pengalaman yang menarik selama menjalankan aktivitas seharian penuh. Berikan kesempatan pada anak untuk dapat mengekspresikannya sesuai dengan kemampuannya.

Hindarilah situasi memaksakan makan pada anak

Situasi seperti ini sering terjadi dalam keluarga, dan jika terus berlanjut akan menyebabkan keadaan seperti berikut.

  • Waktu makan akan terganggu dan menjadi tidak menyenangkan, sehingga akan menghilangkan selera makan.
  • Anak akan menunjukkan reaksi penolakannya dengan memuntahkan makanan yang sudah masuk kemulut.
  • Aktivitas makan akan membutuhkan waktu yang lebih lama dari biasanya.
  • Anak akan malas makan dan bahkan mempermainkan makanan tersebut, dengan cara mengemut makanan dan baru akan habis dalam waktu yang lama.
  • Untuk dapat menghindarinya, jangan sekali-kali Anda memberikan makan kepada anak dengan cara di paksa.

Dalam penyusunan menu sebaiknya disesuaikan dengan keinginan anggota keluarga

Setiap manusia mempunyai karakter yang berbeda-beda dalam berbagai hal termasuk dalamnya pemikiran, tingkah laku, cita rasanya, dan sebagainya. Tanpa terkecuali keluarga, dan cita rasa masing-masing anggota tidak sama antara satu dengan yang lainnya. Oleh kaena itu, hendaknya orang tua menyadari akan hal ini. Dan berdasarkan pengalamannya selama ini, orang tua seharusnya lebih mudah memahami tentang cita rasa anggota keluarganya berkenaan dengan menu makanan dan besar biaya yang akan di keluarkan. Tentu saja makanan yang di sajikan berkualitas dengan biaya yang terjangkau.

Cobalah memberikan kebebasan kepada setiap anggota keluarga untuk memilih makanan yang akan di sajikan.

Berdasarkan pertimbangan di atas, agar orang tua dapat menyajikan makanan yang diminati oleh setiap anggota keluarga, maka sebaiknya mencoba mendekatkan diri dan bertanya menu apa yang ingin disajikansaat makan nanti. Ini dilakukan agar situasi saat makan menjadi menyenangkan.

Sajikan hidangan yang bervariasi untuk menghindari timbulnya kebosanan.

Terkadang hilangnya selera makan dapat disebabkan oleh menu yang dihidangkan memberikan kesan “ itu lagi itu lagi “. Oleh karena itu, untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya dibuat daftar menu selama seminggu atau sepuluh hari. Itu dilakukan untuk menghindari munculnya pengulangan jenis makanan yang akan dihidangkan dan kebosanan saat makan.

Pemberian porsi makan disesuaikan dengan kondisi anak.

Alasan anak malas makan di antaranya dapat dikarenakan porsi yang di berikan terlalu banyak. Alhasil makanan tersebut tidak habis di makan dan terkesan mubazir. Oleh karena itu, porsi makan harus di sesuaikan, tidak terlalu banyak dan juga tidak terlalu sedikit. Pemberian makan yang sedikit juga dapat menyebabkan gizi anak kurang terpenuhi.

Melatih etika makan pada anak

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa kebebasan saat makan pada anak perlu di berikan. Walaupun demikian kebebasan yang dimaksud harus tetap diberikan batasan-batasan yang berkaitan dengan etika, seperti tidak mengemut makanan dalam waktu yang lama, tidak mengeluarkan suara saat makan, tidak membuang makanan, dan masih banyak lagi. Hal tersebut dilakukan agar anak tetap memandang arti sebuah kesopanan.

Menerima keinginan anak untuk makan satu jenis makanan saja.

Memang pemenuhan kebutuhan gizi terhadap 4 sehat 5 sempurna dan menerapkannya pola makan anak tidak mudah. Semua harus di coba dan diusahakan agar kesehatan anak dapat tetap terlindungi. Namun tidak harus menjadikannyasuatu kewajiban dan memberikan hukuman apabila apa yang telah di hidangkan tidak habis di makan. Karena ada saatnya anak mempunyai keinginan untuk makan satu jenis makanan saja, dan oleh karenanya orang tua harus dapat menerima dan tidak memarahinya.

Jika anak mengalami gangguan makan sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Apabila pada anak terdapat gejala seperti tidak mau makan, muntah-muntah atau makannya sedikit, sebaiknya Anda tidak langsung memarahinya tetapi segera konsultasikan hal itu pada dokter atau ahli gizi yang dapat dihubungi. Itu dimaksudkan untuk mencegah adanya gejala-gejala yang muncul terhadap suatu penyakit.

Jika anak mengalami gangguan makan, sebenarnya kesalahan tidak semuanya tertuju padanya. Karena terkadang Anda sebagai orang tua tidak mengetahui penyebab mengapa anak bertindak demikian. Oleh karena itu, cobalah untuk mendekatkan diri pada anak, mengetahui apa yang menjadi keinginan anak, dan mengerti segala bentuk tindakan yang dilakukannya. Apabila hal itu benar-benar Anda lakukan, maka tidak akan menemukan suatu kesulitan dalam pemberian makanan, dan kesehatan anak dapat tetap terjaga.