Waspada Gejala DBD

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu jenis penyakit demam yang penyebabnya adalah virus dengue dan media penularannya melalui nyamuk Aedes Aegypti. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, anak-anak, remaja, dewasa maupun orang tua. Tidak memandang laki-laki maupun perempuang semua bisa terkena. Hanya saja di Indonesia paling banyak terkena penyakit demam berdarah adalah anak-anak berusia 4 hingga 10 tahun.  Jika tidak segera diantisipasi dan diberikan perawatan serta pengobatan yang tepat bisa menimbulkan kematian. Seperti yang dikutip tempo.co pernyataan dr. Marissa T S Pudjiadi, Sp.A bahwasanya penyakit DBD ada tiga macam yaitu demam dengue dengan gejala yang ringan, dengue haemorrhagic fever (DHF) dengan gejala yang lebih berat, dan dengue shock syndrome (DSS) dengan gejala yang sangat berat.

Untuk bisa segera mengenali jenis DBD, perlu pemantauan yang sangat ketat apalagi untuk anak-anak sehingga tidak semakin parah. Harus Waspada Gejala DBD sehingga diberikan pengobatan yang tepat. Gejala tersebut bisa dikenali dengan adanya demam tinggi disertai sakit kepala, mual, maupun rasa nyeri pada tubuh. Selain itu juga disertai gejala lainnya seperti pilek, batuk, diare dan lainnya. Sayangnya, anak-anak cenderung susah mengungkapkan apa yang dirasakan termasuk penyakit yang dideritanya. Itulah sebabnya, sebagai orang tua harus lebih waspada ketika anak mengalami demam. Tanda-tanda tersebut antara lain :

1. Jika anak mengalami demam akut, dimana demam tersebut mendadak sangat tinggi padahal sebelumnya anak tidak mengeluh sakit apapun bahkan cenderung aktif. Demam yang terjadi sekitar 7 hari.

2. Anak juga terlihat lemas, mengeluh sakit kepala, nyeri perut maupun pegal di seluruh tubuhnya.

3. Perlu diwaspadai pula jika terjadi gejala perdarahan meskipun tidak selalu terlihat nyata misalnya terjadi mimisan, muncul bintik merah pada kulit, dan lainnya.

Jangan sampai terlambat memperoleh pemeriksaan sehingga tidak semakin parah. Selain itu anggota keluarga juga perlu mencegah agar demam berdarah tidak terjadi pada anggota keluarga yang lain. Rajin menerapkan 4 M plus adalah salah satu cara yang bisa dilakukan. Selain itu penyakit demam berdarah juga bisa dialami kembali oleh orang yang sebelumnya pernah terkena DBD. Artinya kewasapadaan harus selalu dilakukan, gunakan obat nyamuk seperti HIT jika di perlukan untuk melindungi keluarga dari gigitan nyamuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *